Dihadapan Hakim KPK Menpora Akui Pakai Anggaran Kementerian untuk Umroh

kantorberita.co.id – Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengakui pernah menggunakan anggaran kementerian untuk membiayai perjalanan umrahnya. Tak sendiri, Menpora pergi umrah bersama asisten pribadinya, Miftahul Ulum dan sejumlah pejabat di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Awalnya, Imam mengaku datang ke Jeddah, Arab Saudi, untuk menghadiri undangan Federasi Asian Paralayang. Setelah itu, ia baru melakukan umrah. “Umrah ini perjalanan dinas atau bukan?” Jaksa bertanya kepada Imam yang menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk terdakwa Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy, Selasa, 30 April 2019.

“Saya menghadiri Asian Paralayang,” jawab Imam.

“Pertanyaan saya, umrah perjalanan dinas atau bukan?” Jaksa mengulang pertanyaannya.

“Undangannya itu perjalanan dinas. Umrah ya saya kira umat Islam,” jawab Nahrawi. Tak lama, ia kemudian mengakui bahwa umrah tidak termasuk dalam kegiatan dinasnya.

“Jadi Anda umrah pakai anggaran Kemenpora?”

“Iya,” ujar Menpora.

Setelah mendengar pengakuan Imam, Jaksa juga menanyakan sejumlah penarikan uang di Mekkah. “Di tanggal 27 masuk Rp50 juta, itu sama dengan keterangan Bendahara KONI, ada penarikan di Mekkah, kafe kasino, dan beberapa tempat di Mekkah,” kata Jaksa.

Dalam perkara suap KONI, KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora sekaligus Ketua Tim Verifikasi Kemenpora untuk Asian Games 2018, Adhi Purnomo; dan staf Kemenpora, Eko Triyanto, sebagai tersangka penerima suap. Untuk Mulyana, dia juga dijerat tersangka penerima gratifikasi.

Sedangkan untuk pemberi suap, yakni Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy. Kelimanya sudah selesai menjalani proses penyidikan. Ending dan Johnny sudah menjalani persidangan. Sementara, Mulyana, Adhi, dan Eko telah dilimpahkan ke tahap penuntutan.

Dari sudut lain. Terdakwa kasus suap Dana Hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sekretaris Jenderal Ending Fuad Hamidy mengatakan pernah mendengar keluhan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Alfitra Salam yang diminta menyediakan uang Rp 5 miliar oleh Menpora Imam Nahrawi. Ending mengutarakannya saat bersaksi untuk terdakwa Bendahara Umum KONI Johny E Awuy dalam sidang lanjutan perkara suap KONI di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, pada Senin, 29 April 2019.

Alfitra, kata Ending, tak tahan menjadi Sesmenpora karena tidak sanggup menyanggupi permintaan Imam untuk menyediakan uang. Alfitra menceritakannya sambil menangis.
“Kenapa? Sesuai cerita Alfitra apa?” tanya Jaksa.

“Pak Alfitra bilang ‘saya mau mengundurkan diri dari Sesmenpora karena enggak tahan, sudah terlalu berat beban saya’. Curhat sambil menangis dengan [disaksikan] istrinya, beliau harus siapkan uang Rp5 miliar,” ujar Hamidy.

Ending menyampaikan keterangan itu karena Alfitra pernah meminjam uang kepadanya sebesar Rp 5 miliar. Namun karena tidak memiliki uang sebanyak itu, ia menolak permintaan Alfitra.

Jika tak bisa menyediakan uang, kata Ending, Alfitra akan diganti posisinya.

“Kalau engga siapkan Rp5 miliar, akan dicopot?” Jaksa bertanya.

“Akan diganti, bukan dicopot,” kata Ending bercerita tentang cerita Alfitra yang diancam Menpora Imam Nahrawi.

Pemberian itu dilakukan agar Mulyana memuluskan pencairan proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora RI untuk pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga pada ajang Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018. Dalam proposal itu KONI mengajukan dana Rp 51,52 miliar.

Pemberian itu juga untuk memuluskan pencairan usulan kegiatan pendampingan dan pengawasan program SEA Games 2019 tahun anggaran 2018.

Dalam kasus suap KONI ini, KPK telah menetapkan lima tersangka. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora sekaligus Ketua Tim Verifikasi Kemenpora untuk Asian Games 2018 Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto sebagai tersangka penerima suap. Mulyana juga dijerat tersangka penerima gratifikas

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *