Pelaku penipuan dan penggelapan Permata Nauli Daulay Hanya Di Tuntut 2 tahun 4 bulan

Jakarta, kantorberita.co.id –Sidang perkara penipuan dan penggelapan terdawa Permata Nauli Daulay kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (29/4) dengan agenda tuntutan.

Dalam surat tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irfano SH menjatuhkan tuntutan 2 tahun dan 4 bulan pidana penjara terhadap terdakwa Kurator Permata Nauli Daulay, Dalam menteri tuntutannya JPU menyebutkan bahwa barang bukti surat Perjanjian antara Permata Nauli Daulay dengan Hiendra Soejoto, slip transferan dan tanda terima uang Rp. 1,5 sebanyak dua lembar, slip transferan dan tanda terima uang Rp. 2 miliar dan tanda terima uang Rp.5 miliar yang dikirimkan kepada rekening terdakwa Permata Nauli Daulay yang dijadikan barang bukti dalam persidangan, dikembalikan kepada saksi pelapor Hiendra Soenyoto.

Terdakwa Permata Nauli Daulay dijatuhi hukuman 2 tahun dan 4 bulan itu karena telah melakukan penipuan dan pengelapan uang sebesar Rp. 10 miliar dengan membuat Perjanjian Konsultan Palsu dengan mengunakan teman semasa kuliahnya Tony Alamsyah yang mengaku sebagai konsultan kepailitan padahal Tony Alamsyah adalah buruh pada toko minuman air isi ulang.

Tony Alamsyah telah di putus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara selama 2 tahun 6 bulan dengan majelis Hakim Ronald telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 Jo pasal 378 KUHP.

Dalam perkara terdakwa Permata Nauli Daulay ini, ada yang menjadi sorotan publik. Sebab dalam perkara yang sama dua terdakwa dengan berkas terpisah (spilit) yang didakwa Pasal 55 ke 1 ayat (1) KUHP atau turut serta atas nama Tony Alamsyah yang sebelumnya JPU menjatuhkan tuntutun pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Dan oleh Ketua Majelis Hakim Ronald divonis 1 tahun dan 8 bulan pidana penjara.

Mengapa terdakwa utama (Permata Nauli Daulay) selaku pelaku utama hanya di tuntut 2 tahun dan 4 bulan, sementara terdakwa Pasal 55nya dituntut lebih tinggi?

“Kami mohon kepada Ketua Majelis Hakim Didik Wuriyanto untuk dapat memutus dengan ketentuan Hukum yang berlaku dan dengan Rasa Keadilan yang berkeadilan. Dan kami juga mohon perhatian kepada Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan juga Kepala Pengawasan pada Pengadilan Tinggi Jakarta agar dapat memonitor persidangan ini,” ucap pelapor Hiendra Soenyoto kepada media ini usai persidangan pembacaan tuntutan dibacakan oleh JPU.

(HD) 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *