Faisal ketua sekolah tinggi pariwisata

Kantor Berita, BANDUNG –  Membangun pendidikan pariwisata dibawah Kementerian Pariwisata/Kemenpar fokusnya ada di pengembangan sumber daya manusia (SDM), tepatnya peran dosen dan tenaga pendidikannya. “Karena itu adalah capital aset yang bisa mencari solusi terhadap masalah yang ada,” ucap Faisal, MM.Par., CHE, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB). Kini, dibawah Kemenpar, ada enam perguruan tinggi negeri pariwisata/PTNP yang menyebar seperti di Medan, Palembang, Bandung, Makasar, Bali dan Lombok. Dan STPB merupakan yang tertua, berdiri sejak 1962.

Faisal, yang belasan tahun menggeluti pendidikan pariwisata, sangat yakin kalau kunci kemajuan PTNP ada di kualitas dosennya. “Karena dosen inspirasi itu dapat mencari solusi terhadap keterbatasan lainnya. Bila kurang kelas, bisa buat moving class atau kelas alam. Tidak ada lab, bisa kerjasama dengan hotel yang ada disini. Dosen di luar negeri, enam bulan mengajar dan enam bulan lagi di lapangan/industri. Jadi kembali ke kampus si dosen bisa mengaktualkan materi pembelajarannya dengan situasi terkini,” ungkap Faisal, saat dijumpai IndonesiaMandiri di ruang kerjanya STPB, Jalan Setiabudi 186 Bandung (29/4).
Sehingga, sektor pariwisata yang kini menjadi pilar unggulan Pemerintah, menurut Faisal, harus banyak menitikberatkan di persiapan sumber daya manusianya. Dalam konteks PTNP, ya peran dosen Vokasi itu harus diperbanyak. “Membentuk sikap dan perilaku mahasiswa melalui keteladanan dosennya. Dan membentuk kompetensi mahasiswa harus melalui proses perkuliahan baik teori dan praktek yang diakui di level nasional dan internasional” jelas Faisal yang pernah menjadi Direktur Politektik Pariwisata Medan.
Kepala STPB Faisal

“Saya tidak terlalu risau kalau kurang ruang kelas, bangunan sudah tua, fasilitas peralatan tak terlalu canggih. Saya risau kalau SDM tidak mumpuni,” papar Faisal yang kelahiran Pangkajene, Sulawesi Selatan, Juli 1973. Kekuatan dosen bisa menjadi referensi ke jalur industri. STPB dibawah Faisal mulai mengirim dosen selama tiga minggu ke industri. Dosen yang telah miliki jam terbang tinggi, ditingkatkan mengikuti International training course di luar negeri atau mendatangkan dosen luar negeri ke STPB.

Faisal begitu serius membenahi pendidikan pariwisata di STPB, hingga alokasi anggaran untuk pengembangan SDM kini diperbesar. Mahasiswa STPB, memang dibentuk bukan hanya siap sebagai pekerja saja, tapi juga menjadi wirausaha tangguh di level nasional dan global. Karena lulusan STPB sekitar 35 persen sudah terpakai di luar negeri (Yun)
Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *