Konglomerat Anthoni Salim Diminta Gentle Selesaikan Dugaan Utang Triliunan Rupiah

Kantor Berita, JAKARTA – Konglomerat Anthoni Salim dan Benny S. Santoso diduga memiliki utang kepada Hendra Basoeki dalam jumlah triliunan rupiah yang telah berlangsung puluhan tahun. Utang tersebut belum dibayar, sebaliknya kedua konglomerat itu selalu menghindar dengan berbagai alasan ketika akan ditagih.

Dugaan utang itu diungkapkan kuasa hukum Hendra Basoeki, Togi Silalahi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Togi Silalahi meminta konglomerat Anthoni Salim dan Benny S. Santoso  untuk gentle menyelesaikan dugaan utang yang dimilikinya.

Ia membeberkan persoalan hutang ini, berawal ketika Salim Group mengalami krisis keuangan, saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada era 1990-an.

“Peminjaman terjadi sejak 1993 sampai 2011 lalu. Setelah kondisi keuangan Salim Group pulih dan membaik, Anthoni Salim maupun Benny S. Santoso tidak melakukan pembayaran atas utang tersebut,” bebernya.

Togi memaparkan, atas utang tersebut Hendra Basoeki beserta keluarga membuat somasi terbuka di koran nasional dan diikuti media-media online pada tertanggal 29 Oktober 2018.  yang ditujukan kepada Anthoni Salim. Somasi tersebut menegaskan, dalam tempo 7 x 24 jam untuk melunasi seluruh utang tersebut.

“Sampai sekarang Anthoni Salim hanya berjanji dan berjanji. Mereka tidak pernah beritikad baik untuk merealisasikan pelunasan atau penyelesaian pembayaran seluruh utang sebagaimana mereka janjikan. Disisi lain klien kami harus membayar utang – utang pada saat pemberian uang kepada Anthoni Salim dan Benny Santoso,” katanya.

Togi mengungkapkan, akibat utang-utang tersebut membuat kliennya dipailitkan dan harus membayar semua utang – utang tersebut di bank. Hal itulah yang membuat kliennya menagih utang kepada Anthoni Salim dan Benny S. Santoso. Namun sampai sekarang tidak jelas.  Karena somasi tidak ditanggapi maka pihaknya mendatangi kantor Antoni Salim di kawasan Sudirman.  Tapi yang bersangkutan mengaku sedang ada di luar negeri.

“Padahal kami minta ayo duduk bareng untuk menyelesaikan. Mari buka-bukaan. Kalau kami yang berhutang maka kami yang akan bayar. Tapi ini enggak gentle untuk menyelesaikan masalahnya,” paparnya.

Togi menjelaskan, pihaknya belum menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan dugaan utang yang dimiliki Anthoni Salim dan Benny S Santoso. Namun jika dilanjutkan ke ranah hukum maka dugaan pidana yang akan menjerat Anthoni Salim dan Benny S Santoso sangat kental dan alat bukti atas dugaan utang tersebut juga komplit.

“Nanti kami akan buka atas bukti – bukti tersebut,” paparnya.

Togi menuturkan, persoalan utang antara Hendra Basoeki dengan Anthoni Salim dan Benny S. Santoso berawal saat krisis ekonomi tahun 1998. Krisis ekonomi tersebut membuat Group Salim ikut mengalami krisis keuangan, sekaligus kewajiban untuk menyelesaikan utangnya yang berjumlah triliunan rupiah. Karena ada hubungan antara Sujono (Kakak dari Hendra Basoeki) dengan Om Liem (Liem Swie Liong yakni bapak dari Anthoni Salim) sebagai pemilik perusahaan Salim Group.

Dari hubungan tersebut terjadi peminjaman uang sejak tahun 1993 sampai dengan tahun 2011. Sujono mendapatkan dana pinjaman untuk menyelesaikan kewajiban tersebut dengan menjaminkan aset-aset pribadinya beserta keluarga melalui pinjaman perbankan maupun pinjaman pribadi. Selain untuk kepentingan perusahaan, Sujono juga diminta oleh Anthoni Salim dan Benny S. Santoso mencari pinjaman dana untuk kepentingan pribadi.

“Setelah kondisi keuangan Salim Group pulih dan membaik Anthoni Salim maupun Benny S. Santoso tidak pernah mau melakukan pembayaran atas utang tersebut,” katanya.

Belum ada keterangan dari Anthoni Salim maupun Benny S. Santoso hingga berita ini diturunkan.(Yun)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *