Rumah Wartawan diserang Preman, Otak Pelaku Penyerangan Hanya Dituntut 10 Bulan Penjara

Kantorberita – JAKARTA. Saksi korban penyerangan rumah dan pengeroyokan melukai anak korban Herman Yusuf, yang dilakukan para preman bayaran, memprotes tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anthon Haliman SH yang hanya menuntut 10 bulan perjara terhadap terdakwa Soeseno Halim, otak pelaku penyerangan rumah wartawan.

Perbuatan yang dilakukan terdakwa Soseno Halim yang memerintahkan kawanan preman mengusirnya dari kediamannya tidaklah sebanding dengan penderitaan yang dialami keluarganya.

Begitu juga anaknya menderita luka-luka akibat didorong dan diinjak-injak kawanan preman dan ormas yang diperintahkan terdakwa Soeseno Halim, pintu rumah rusak, mereka juga menderita traumatis akibat aksi brutsl tersebut.

“Saya menilai tuntutan JPU itu tidak memenuhi rasa keadilan bagi keluarga saya. Terus terang saya menaruh curiga ada apa di balik tuntutan yang ringan tersebut. Sebab, fakta-fakta persidangan jelas menunjukkan bahwa terdakwa adalah aktor intelektual penyerangan dan pengeroyokan tersebut. Terdakwa bahkan mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk membayar preman-preman dan ormas yang menyerang dan mengeroyok anak saya,” tutur Herman Yusuf di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Utara, usai mendengar requisitor JPU Anthon Haliman, Kamis (9/5).

Herman Yusuf berharap majelis hakim PN Jakarta Utara pimpinan Indri Murtini SH MH lebih mempertimbangkan rasa keadilan untuk keluarganya dalam putusannya nanti. “Saya minta majelis hakim menjatuhkan vonis lebih tinggi atau berat dari tuntutan jaksa, karena memang vonis lebih berat dari tuntutan saya nilai lebih memenuhi rasa keadilan bagi keluarga saya selaku korban,” ujar Herman Yusuf.

Dalam requisitornya, JPU Anthon Haliman SH, menyebutkan terdakwa Soeseno Halim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyuruh sekelompok preman dan ormas melakukan penyerangan dan pengeroyokan di kediaman Herman Yusuf di kompleks Bisma Sunter, Jakarta Utara, pada awal Agustus 2018.

Atas perbuatan yang membuat keluarga Herman Yusuf menderita rugi dan luka serta traumatis itu JPU Anthon Haliman menuntut terdakwa Soeseno Halim selama 10 bulan penjara. “Terdakwa telah melanggar pasal 170 KUHP jo pasal 55 KUHP,” ujarnya.

Penuntutan tersebut sesuai fakta-fakta dipersidangan, keterangan saksi yang satu sama lainnya saling bersesuaian menunjukkan adanya tindak pidana dilakukan terdakwa Soeseno Halim dengan menyuruh beberapa orang dengan suatu imbalan atau janji jika telah melaksanakannya.

“Hampir semua saksi yang kami hadirkan ke persidangan dalam keterangannya menunjukkan adanya perbuatan terdakwa Soeseno Halim terhadap keluarga saksi korban Herman Yusuf,” ujar Anthon.

Mendengar tuntutan itu, baik terdakwa Soeseno Halim maupun tim penasihat hukumnya meminta kepada majelis hakim agar diberi kesempatan untuk mengajukan pledoi pada persidangan Senin pekan depan. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *