Forum Ummat Islam Bersatu Tolak Gerakan People Power Pemecah NKRI

 

Kantorberita.co.id, Jakarta – Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Imran mengatakan, menuntut kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan adanya People Power. Karena gerakan people Power merupakan gerakan Makar yang bertujuan untuk memecah belah kesatuan NKRI, katanya pada saat jumpa pers dalam orasi aksinya bertema “Tolak People Power” di KPU dan Bawaslu.

Rahmat melanjutkan, People Power yang sesungguhnya sudah dilakukan pada tanggal 17 April 2019, bertepatan dengan adanya Penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg). Sebagaimana masyarakat sudah memberikan hak pilihnya masing-masing dalam Pilpres maupun Pileg, itulah People Power yang sesungguhnya, jelasnya.

“Oleh karena itu, marilah kita jaga persatuan NKRI, jangan sampai NKRI terpecah belah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, oleh elit-elit politik yang rakus terhadap kekuasaan,” ajak Rahmat Imran.

People Power, jelas Rahmat, yang dihembuskan oleh sekelompok yang mengintimidasi Penyelenggara Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan sebuah propaganda Sesat dalam berdemokrasi, 17 April 2019 adalah People Power sesunguhnya yang melahirkan Konstitusi menentukan arah bangsa Indonesia.

Situasi menjelang 22 Mei 2019 Penetapan Hasil Pemilu hal yang di tungu-tungu sebagai dasar pijakan Demokrasi Indonesia. Tentu ini merupakan hal yang biasa setiap 5 tahun sekali. Proses Demokrasi yang dilalui oleh seluruh elemen Negara baik di tingkat Elit Politik sampai di arus bawah rakyat dengan penuh kesadaran bahwa Hasil Proses 17 April 2019 merupakan Pilihan Rakyat yang harus dihormati, tegas Rahmat.

Sebagai anak Bangsa yang merasa terpanggil dengan situasi dan kondisi Provokasi Propaganda yang disampaikan oleh oknum-oknum Politik menggambarkan situasi yang tidak sebenarnya, yaitu menyerukan People Power Rakyat dalam Melawan Pemerintah merupakan Tindakan Makar terhadap Negara. Sebuah Komitmen anak bangsa dalam menyatukan seluruh Elemen Negara harus didukung dan diredam demi cita-cita Bernegara dan Berbangsa dalam Bingkai Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati, urainya.

“Kami juga mengutuk oknum dan segelintir orang yang mengiring opini bahwa Indonesia Negara yang tidak Demokrasi kami juga akan Melawan Propaganda yang menjurus ketidak stabilan Negara dalam Berdemokrasi. Siapapun yang ingin membuat Makar, maka kami akan menjadi penghalang dan melawan oknum-oknum yang atas namakan People Power,” tegas Rahmat.

Aksi tersebut menyerukan kepada Elemen anak bangsa: 1.Tolak People Power karena People Power merupakan Gerakan Inskonstitusional (Makar) terhadap Negara, 2, Tangkap oknum-oknum yang memperkeruh keadaan menjelang 22 Mei 2019, 3. Kami Bersama TNI-Polri Mengawal Demokrasi Politik Negara Indonesia, dan 4. Menghimbau agar seluruh Rakyat Indonesia tetap Tenang dan tidak terpancing oleh Provokator menjelang 22 Mei 2019 5. KPU dan BAWASLU RI bekerja sesuai Profesional dan Bertangung Jawab.

Negara ini berdiri dengan perjuangan yang telah diukir dengan catatan sejarah, Negara dengan Kedaulatan Rakyat Harus di Hormati. Pemilu sudah usai sudah saatnya kita bergandeng tangan demi cita-cita Bernegara dan Berbangsa, ucap Rahmat Imran.

Aksi tersebut diikuti oleh berbagai Ormas Masyarakat diantaranya, Jaringan Aktivis Nasional (Jarnas), Lingkar Mahasiswa Nusantara, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia, dan Aliansi Aktivitas Nusantara.(Fie).

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *