Keluarga Korban Minta Hakim PN Jakut Jebloskan Terdakwa ke Penjara

Kantorberita.co.id – JAKARTA. Kasus pengeroyokan terhadap korban M.RamiroDzafran Madjid, yang dilakukan Terdakwa Dicky Ardian Pasha, membuat kecewa keluatga korban. Pasalnya terdakwa
terkesan di Istimewakan dengan tahanan Kota. Dicky tidak seperti tahanan lainnya yang dimasukkan ke penjara.

Harapan keluarga korbana kepada Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), memasukkan terdakwa Dicky Ardian Pasha ke penjara atau jeruji besi atas perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap korban M.RamiroDzafran Madjid.

Terdakwa selama di penyidikan hingga berkasnya di sidangkan penuntut umum dan proses persidangan di Pengadilan terdakwa hanya dikenakan tahanan Kota. “Kami sangat kecewa ,” ujar Abdul Madjid, HM, orang tua korban M.Ramiro Dzafran Madjid pada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin (13/5)

Abdul Madjid, menjabarkan luka yang diderita sang anak, tidak sepadan dengan perbuatan terdakwa. Terdakwa diistimewakan, dengan status tahanan kota.”Oleh karena itu, kami mohon keadilan kepada majelis hakim pimpinan Ramses Pasaribu supaya memenjarakan pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya,” ujar Abdul Madjid didampingi Penasihat Hukumnya H.M Said Muchtar.

” Kami dapat nformasi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Teddy Andri, dengan perkara dugaan penganiayaan atas M Ramiro dengan No.365/Pid/B/2019/PN.Jkt Ut tersebut sudah disidangkan sejak 8 April 2019 di PN Jakarta Utara. Terdakwa Dicky Ardian Pasha hanya dikenakan tahanan kota terus menerus, termasuk oleh majelis hakim, ini tidak adil bagi korban,” ungkapnya.

Selain itu, permintaan agar terdakwa ditahan di rumah tahanan (rutan) juga bukan tanpa alasan. Sebab, terdakwa Dicky telah melanggar azas tahanan kota. “Terdakwa yang tinggal di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, telah melanggar azas tahanan kota. Dia tinggal di luar kota di sebuah rumah di Vermonia Residence Blok DB.02 Sumarecon Bekasi,” terangnya lagi..

Peristiwa penganiyaan yang menimpa M Ramiro terjadi pada  26 November 2017 lalu, pukul 21.00 WIB di halaman rumah di Jl  Perjuangan RT 06/04 Kel. Kelapa Gading Timur Jakarta Utara. M Ramiro Dzafran Madjid, di depan orang tuanya dikeroyok dan dianiaya sekitar 4 orang laki-laki dewasa, seorang di antaramya terdakwa Dicky Ardian Pasha. Saksi korban pun melaporkan pengeroyokan tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara dengan pengantar visum di RS Sukmul Jakarta Utara sebagaimana LP No.TBL/1381/K/XI/2017/PMJ tanggal 27 November 2017.

Adapun empat saksi, di antaranya Yaya Marwiah dan Hasanuddin mengaku tidak melihat adanya tindak pidana pengeroyokan dilakukan terdakwa terhadap saksi korban. Namun ketika majelis hakim menanyakan keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan M Ramiro dilihat mengeluarkan darah dari hidung maupun mulutnya, saksi Yaya Marwiah akhirnya mengakui bahwa dirinya melihat kucuran darah di wajah M Ramiro. Namun siapa yang memukuli korban hingga berdarah-darah disebutkannya tidak diketahui kendati dirinya ikut melerai keributan tersebut. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *