Aliansi Relawan Jokowi Gelar Aksi Pawai Mendukung Kepolisian Republik Indonesia

Kantorberita.co.id, Jakarta – Sekitar dua ratus organ pendukung Jokowi-Kyai Ma’ruf Amin yang tergabung dalam ARJ (Aliansi Relawan Jokowi) mengadakan aksi pawai mendukung Kepolisian RI, khususnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam menindak para perusuh dan kelompok-kelompok yang ingin menciptakan instabilitas nasional, keonaran dan kericuhan.

Para relawan rersebut menarik Spanduk panjang berkisar 30 Meter Bertuliskan SAVE KAPOLRI – NKRI Harga Mati.
Para relawan pro Jokowi tersebut memberikan dukungan moral Kepada POLRI dan Kapolri agar tetap tegar dan terus semangat menuntaskan kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta, serta menangkap para provokator serta otak di belakang aksi kerusuhan tersebut.

Save Polri adalah bentuk dukungan dari kami kepada Polri dan TNI yang mana dalam hal ini Polri lebih di pojokan, padahal kita tahu Polri sudah bertindak sesuai konstitusi,” ujar Lisman Hasibuan Kordinator Aksi Jokowi di Museum Polri , Jakarta pada Selasa 4 juni 2019.

Kordinator aksi ARJ tersebut Lisman Hasibuan menambahkan, seluruh komponen pendukung Jokowi-Kyai Ma’ruf mendukung sepenuhnya Polri dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan mendukung Polri untuk bersikap tegas menegakkan hukum dan konstitusi, menindak para perusuh dan pelanggar hukum.

Sementara David Aidil Fitri selaku kordinator Aliansi Relawan (ARJ) dan Ketum Foreder mendukung penuh Kapolri Tito Karnavian agar jangan ragu, dan tetap tegas bahwa apa yang dlakukan aparat keamanan saat ini sudah benar.

Yang mau makar harus di tumpas sampai ke akar-akarnya jangan biarkan tumbuh berkembang, ” ujar Aidil.

Menurut Aidil rakyat Indonesia sudah jenuh dan muak dengan para provokator biang kerusuhan di Jakarta beberapa pekan lalu.

“TNI dan Polri harus tetap solid dan kuat karena banyak provokator yg mencoba memecah belah antar TNI dan Polri,” pungkas Aidil.

Haidar Alwi Penanggung Jawab ARJ mengapresiasi kinerja Polri dan TNI dalam menghadapi kerusuhan 22 dan 23 mei 2019.

“TNI dan Polri harus tetap solid dan kuat karena banyak provokator yang mencoba memecah belah antar TNI dan Polri, tetapi rakyat bergerak mendukung polri dan TNI. Jangan ragu segera tangkap dalang kerusuhan 21 dan 22 mei kemarin, ” ujar Haidar

Kalau kita mau bicara obyektif, maka seharusnya kita meminta pertanggung-jawaban Gubernur DKI. Karena, aksi anarkis dan brutal yang berakhir rusuh terjadi diwilayah hukum Provinsi DKI Jakarta. Dan, seharusnya Gubernur DKI Jakarta sudah koordinasi dari awal dengan Polri TNI untuk mengantisipasi para perusuh dari luar kota yang ingin memporak-porandakan DKI Jakarta. Karena, sudah kewajiban Gubernur DKI menjamin keamanan dan kenyamanan warganya.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *