Perempuan Penulis itu Seksi

Kantorberita.co.id – Jakarta. Perempuan Penulis itu Seksi, diangkat sebagai tema besar acara peluncuran komunitas Perempuan-Perempuan Menulis atau disingkat P2M yang sudah memiliki anggota 125 orang ditahun pertama berdirinya.  Deklarasi berdirinya P2M ini sendiri dilaksanakan di Perpustakaan Nasional, Jalan Merdeka Selatan, Gambir Jakarta Pusat pada Sabtu (24/08/2019) kemarin.

Menjadi penulis bukanlah sesuatu yang mudah, dibutuhkan bakat dan minat besar untuk bisa menekuni profesi ini. Tidak cukup sampai disitu menekuni profesi sebagai seorang penulis juga dibutuhkan wawasan dan ilmu pengetahuan yang luas. Karena seyogyanya sebelum mencintai profesi sebagai penulis, seseorang harus terlebih dahulu memiliki hobby dan mencintai budaya membaca.

“Perempuan Penulis itu seksi, karena profesi ini jarang diminati, seperti misalnya perempuan yang menjadi penembak jitu, itu kan profesi yang jarang. Sehingga menjadi penulis profesional bagi seorang perempuan itu merupakan sesuatu yang dianggap seksi,” jelas Melly salah seorang pendiri komunitas P2M saat ditemui disela-sela acara deklarasi P2M.

Perempuan-Perempuan Menulis atau P2M berdiri pada 24 Agustus 2018, setelah setahun menjejakkan eksistensinya didunia literasi, komunitas P2M ini akhirnya mendeklarasikan keberadaannya kepada publik agar dapat menghimpun dan menjaring anggota yang lebih massif.

“Sudah ada 16 Antologi dan 4 novel yang diproduksi dan menjadi karya komunitas P2M ini. Ada beberapa Program unggulan dari P2M ini diantaranya terapi untuk para anggotanya dengan menulis, dan proses ini juga didampingi oleh Psikolog profesional yang kebetulan menjadi salah satu pendiri P2M ini. Ada juga Travel Writter, bagi teman-teman yang hobby jalan-jalan dan menuangkan pengalaman perjalanan dalam sebuah tulisan,” tutur Melly yang juga berharap bisa memproduksi satu buku bagi setiap penulis yang ada dikomunitasnya, untuk memperkaya pustaka Literasi bangsa.

Setelah satu tahun berdiri P2M telah memiliki anggota dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, Kecuali Papua, selain itu ada juga beberapa anggota yang bergabung dari Luar Negeri seperti Jepang, Kanada, Australia dan beberapa Negara di Asia Tenggara.

“Saya pengen ajak perempuan-perempuan Indonesia agar gemar membaca dan menulis, karena mereka adalah sosok panutan bagi anak-anaknya, sehingg bukan hanya sekedar menjadi Ibu dan seorang istri dirumah, namun lebih dari itu bisa menjadi kebanggan keluarganya dengan karya-karya yang dilahirkannya.  Kedepan harapan saya semoga P2M ini bisa menjadi lembaga kaderisasi, lembaga pendidikan Menulis bagi para perempuan yang bisa melahirkan berbagai karya besar untuk bangsa,” pungkasnya.

Melly dan Ediv Pendiri Komunitas Perempuan-Perempuan Menulis

Transfusi Pengetahuan

Adalah Ediv seorang Psikolog yang kemudian lebih dikenal dengan namanya Edivwangi, yang bergabung dan berjuang bersama Melly untuk membidani kelahiran P2M ini. Sebagai seorang Psikolog, Ediv memiliki banyak persoalan dalam menghadapi pasien-pasiennya. Dan pertemuannya dengan Melly merupakan cara tuhan sehingga Ediv bisa mendapat seorang patner untuk bersama-sama membangun bangsa melalui profesinya dan profesi Melly sebagai Penulis.

“Dengan membaca tulisan-tulisan dari P2M ini orang ternyata baru sadar jika mereka tidak sendirian dalam menghadapi masalah, dengan membaca karya-karya kami, orang juga berkesimpulan jika mereka bisa menyelesaikan masalah-masalah hidup yang mereka hadapi, iilah yang disebut sebagai transfusi Knowledge atau transfer ilmu pengetahuan,” ungkap Ediv. (aka)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *