Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Sindikat Pemalsu Buku KIR dan Materai Palsu Lewat Online Shopee

Kantorberita.co.id -JAKARTA. Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil ungkap jaringan sindikat pemalsu buku Kartu Uji Berkala (KIR) untuk kendaraan truk angkutan barang dan kendaraan berat. Petugas berhasil menangkap empat orang tersangka serta barang bukti. Masing-masing berinisial ID (45), IZ (47), AS (47), dan DP (35).

Hal ini diungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono didampingi Kapolres pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Reynold E.P. Hutagalung S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menyatakan, keempat pelaku berbeda peran dalam pemalsuan buku KIR terebut. ID ditangkap pertama kali pada Agustus 2019 lalu di wilayah Koja. Ia ditangkap beserta barang bukti buku KIR yang diduga palsu .ID berperan sebagai orang yang menawarkan buku KIR palsu kepada sopir atau pemilik truk angkutan barang.

“Setelah pelaku ID kita amankan dia mengaku mendapatkan buku KIR palsu dari biro jasa. Kemudian Kita kembangkan dan menangkap IZ,” terng Argo di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/9).

Sementara IZ sendiri berperan sebagai biro jasa yang juga menyampaikan kepada konsumen bahwa bisa mendapatkan KIR dengan cepat, tidak berbelit-belit, dan mudah didapatkan.

Hasil pengembangan dari kedua tersangka petugas mendapat dua tersangka lainnya yakni AS dan DP. AS yang memiliki peran sebagai petugas pengisi data buku KIR. KIR palsu diedit oleh pelaku DP

“Pelaku berperan mengisi data di KIR palsu tersebut. Dia ngeprint atau mencetak data palsu itu dan juga AS ngeprint buku KIR. AS bertugas dibantu DP yang mengaku sebagai staf Dinas Perhubungan.,” jelas Argo

” DP mengaku seolah- olah anggota Dishub,, Keterampilan DP dalam membuat KIR palsu berasal dari kenalannya seorang petugas Dishub. DP mempelajari pengurusan KIR, sehingga bisa mengelabui dan mendapatkan blangko dari PT MCI sebagai distributor,” ungkap Argo.

Para tersangka sudah beroperasi satu tahun, satu KIR baru diminta Rp300 ribu dan Rp200 ribu untuk perpanjangan. Harga redni dari DishubRp 92 ribu. DP dapat meraup keuntungan sebesar Rp50 juta dari setiap penjualan KIR palsu.

Selanjutnya Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung menambahkan, pengungkapan kasus KIR palsu ini berawal dari peran aktif masyarakat khususnya di wilayah Tanjung Priok terkait aktivitas hilir mudik truk yang tinggi dan adanya bongkar muat ekspor impor.

“Peran aktif masyarakat ini kita sikapi dengan cepat dan langsung menurunkan tim,” tutur Reynold.

Dua tim langsung dibentuk, satu tim berhasil mengungkap jaringan pemalsuan KIR dan jaringan kedua masih melakukan pendalaman untuk ditindaklanjuti.

Barang bukti para pelaku, diamankan di antaranya 30 buku KIR kosong, 1.500 lembar plastik laminating stiker masa berlaku KIR, dan 1.190 lembar kertas stiker masa berlaku KIR. Sedikitnya 500 buku KIR palsu sudah diedarkan untuk truk angkutan barang yang beroperasi saat ini.

”Dari pengakuan tersangka sudah 500 truk yang beroperasi dengan buku KIR palsu ini,” ujar Kapolres AKBP Reynold Hutagalung.

Perbuatan, keempat pelaku dijerat pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara .

Sedangkan Kepala Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP-PKB) Cilincing, Bernad Oktavianus mengatakan, pihaknya bisa menerbitkan 200 buku KIR resmi dalam sehari. Namun terkait masih adanya konsumen buku KIR palsu disinyalir lantaran mereka enggan menunggu proses uji kelayakan. Padahal, proses uji kelayakan :hanya memakan waktu tak lebih dari satu jam.

“Kami menghimbau kepada para pengguna atau pengusaha truck terutama angkutan barang, bahwa proses kami dalam pengujian itu sudah lebih mudah, karena kami sudah menggunakan aplikasi android, namanya “Booking E-KIR”, silahkan download aplikasinya dan daftarkan diri data kendaraan, lalu membayar. Untuk mengetahui buku KIT asli atau palsu bisa cek di aplikasi “CEK-KIR” tuturnya

Sementara Mustajab Surobaski sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia DPPD DKI Jakarta, mengatakan, bahwa apa yang sudah disampaikan oleh bapak-bapak kepolisian dan dishub tadi, bahwa sebagai pengusaha truk yang baik dan benar, kita harus comeplay terhadap aturan yang sudah diberikan oleh pemerintah.

‘Untuk KIR itu bukan sekedar membeli buku, tapi harus menghadirkan kendaraan dan melakukan pemeriksaan secara benar untuk uji kelayakan, jadi saya himbau kepada teman – teman untuk tidak menerima dari instansi-instansi yang tidak bertanggung jawab,” harap Mustajab.

Penjualan Materai Palsu Lewat Online Shopee

Pengungkapan kasus lainnya yaitu Materai palsu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono ungkapan kasus ini berawal dari aktivitas cyber crime Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Patroli cyber mendapat informasi dan melakukan pengecekan. Setelah itu, anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menemukan akun mencurigakan di Shopee dengan nama Chandra_shiregar.

“Kemudian kita kembangkan,dan kita berhasil menemukan tersangka R, di daerah Depok . Dirumahnya banyak ditemukan materai, ” ujar Argo

Dikatakan Argo Yuwono, pemilik akun yang menjual materai palsu itu yakni tersangka C yang berperan mengiklankan materai palsu dan masih buron. Sedangkan R berperan sebagai penjual sekaligus distributor materai palsu. Materai palsu yang jual meliputi pecahan Rp 3.000 dan Rp 6.000.

“Materai disimpan di rumah R, Kalau ada orang pesan di Shopee, R yang bawa barangnya. Tapi setelah R didalami dan dilakukan pemeriksaaan, ternyata dia itu bukan pembuat,” ujar Argo

Menurut Argo, pelaku pembuat ternyata sudah lebih dulu diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik rencananya akan memintai keterangan pelaku pembuat materai tersebut

“Pelaku ternyata sudah ditangkap di Polres Metro Jakarta Selatan. Sudah ditangkap dan sudah di Polres. Untuk penjual di akun shopee online masih dalam pencarian,” jelasnya.

Perbuatan R dijerat pasal 13 UU RI nomor 13 tahun 1985 57 KUHP tentang Bea Materai subsider pasal 235 KUHP atau 257 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *