Ketum Ninja Tuntut Tempo Minta Maaf

Kantorberita.co.id, Jakarta- Sehubungan dengan berita Tempo, tanggal 16-22 September 2019, dengan judul ‘Janji Tinggal Janji’, dari penggalan berita yang termuat di majalah tersebut berkaitan masalah Revisi UU KPK No. 30 tahun 2002 yang diinisiasi DPR dan di setujui oleh Presiden.

Ketua umum relawan Negeriku Indonesia Jaya (Ninja) C. Suhadi angkat bicara mengenai cover depan majalah Tempo. Ia menuturkan, dari berita yang diangkat terdapat 2 hal yang ditulis Tempo. Pertama bagian opini dan bagian berita secara umum, pada bagian opini yang termuat di halaman 25, Tempo dalam opininya Revisi adalah bagian dari mengebiri hak-hak KPK dalam pemberantasan korupsi, dan oleh karenanya Tempo mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung KPK.

Demikian halnya, pada bagian berita Nasional, Tempo mengangkat berita tentang Petral hal: 28 s/d 31 termasuk Kejar Tayang masalah revisi UU KPK dihalaman 34 dan 35.

“Berita-berita tersebut sepanjang didukung dengan data dan fakta sah-sah saja dilakukan Tempo, termasuk tulisan yang dimuat pada halaman opini, walaupun berbentuk ajakan juga wajar. Meskipun menurut saya kurang tepat, namun mengingat Tempo sebagai majalah berita punya hak dan pandangan berkaitan dengan Revisi UU KPK, kata Suhadi dalam pesannya, Senin (16/9/2019).

Dirinya juga mengatakan, saya sebagai relawan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin, tidak sepenuhnya setuju pada bagian-bagian yang penting dari UU KPK yang di Revisi.

Terlepas dari berita-berita tersebut, yang ingin saya ajukan keberatan adalah karikatur yang terdapat di cover depan Majalah Tempo, yang dibuat Kendra Paramita. “Dalam Karikatur tersebut yang menampilkan Presiden Republik Indonesia Ke 7 sekaligus Presiden terpilih periode 2019-2024, namun dalam Karikatur itu Tempo bukan hanya menonjolkan Karikatur Presiden, juga memberi bayangan di Karikatur tersebut Presiden yang berhidung panjang,” ujarnya.

Hidung Panjang adalah sebuah cerita dongeng dari Negara Italia, Suhadi menceritakan, Boneka Kayu dengan nama Pinokio (Pinocchio) yang dibuat oleh Geppetto, seorang tukang kayu. Dari cerita tentang Pinokio pada intinya diceritakan, apabila sang Boneka atau Pinokio yang telah menjelma menjadi sosok manusia apabila berbohong, maka hidungnya akan panjang.

“Nah, dari cerita ini dihubungkan Karikatur Tempo, dikesankan Presiden dalam kaitan Revisi UU No. 30 tahun 2002 Presiden berbohong. Artinya Presiden ada dalam bagian Revisi yang menimbulkan pro dan kontra serta untuk melemahkan KPK,” ungkap dia.

Suhadi menilai, anggapan Tempo tidak sepenuhnya benar, karena dari sekian usulan yang diinisiasi oleh DPR tidak semuanya disetujui Presiden, tetapi hanya 4 usulan yang di akomadin selebihnya tetap menjadi ranah kerja KPK, dan malah beliau berkali kali menyerukan KPK harus diperkuat bukan dilemahkan.

“Artinya kesan Presiden terhadap Pemberantasan Korupsi sangat baik dan mendukung KPK. Sehingga dengan pembuatan Karikatur dihubungkan dengan kemauan Presiden, untuk tetap mendukung KPK dalam penguatan menjadi tidak tepat dan sudah masuk pelecehan terhadap simbol Negara,” tegasnya.

Disamping itu, lanjut Suhadi, apapun analisanya dalam memuat kajian, dalam majalah Tempo yang disertai Karikatur pada Cover depan muka, Karikatur semacam itu sangat tidak tepat ditampilkan dalam Cover Majalah sekelas Tempo. “Oleh karena itu saya selaku masyarakat dan relawan meminta kepada Dewan Pers, agar Tempo menarik peredaran Majalah edisi tanggal 16-22 September 2019.

Dirinya juga meminta kepada Majalah Tempo, untuk meminta maaf kepada Presiden dan rakyat Indonesia, Tempo harus meminta maaf atas pembuatan Karikatur tersebut di media cetak Nasional maupun media elektronik. (El)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *