Bea Cukai, KLHK dan Kementerian Ambil Tegas Kembalikan Impor Limbah B3 Ke Negara Asal  

Kantorberita.co.id – JAKARTA . Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bekerjasama dengan Kenenterian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan penindakan dan pemeriksaan bersama impor limbah plastik yang tercampur sampah dan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Priok dan Tangerang untuk memastikan importasi sesuai dengan ketentuan langkah nyata dan menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah Indonesia.

“Hari ini akan akan dilakukan reekspor 9 kontainer berisi sampah atau limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) ke negara asalnya yakni Australia,” kata Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi saat konferensi pers di Terminal Koja Jakarta, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (18/9).

Penindakan yang juga dilakukan Bea Cukai terhadap tiga perusahaan penerima fasilitas Kawasan Berikat di wilayah Tangerang, Banten, yakni PT HI, PT NHI dan PT ART mendapati impor limbah plastik tercampur sampah dan limbah B3.

Menurut Heru Pambudi, Pemeriksaan pertama terhadap PT HI yang mengimpor 102 kontainer plastik lembaran dan plastik buatan berbagai jenis. Hasilnya, 23 kontainer terkontaminasi sampah atau limbah B3, sehingga direkomendasikan untuk dikembalikan ke negara asalnya yaitu Australia sebanyak 13 kontainer, Amerika Serikat 7 kontainer, Spanyol dua kontainer dan Belgia satu kontainer.

“Sisanya 79 kontainer lainnya dinyatakan bersih dan diberikan izin pakai sebagai bahan baku,” jelasnya

Penindakan selanjutnya dilakukan terhadap PT NHI yang mengimpor 138 kontainer berisi chips, biji plastik PolyEthylene Terephthalate (PET) dan staple fibre. Setelah diperiksa pada 9, 29 Juli dan 2 Agustus 2019, 109 kontainer dinyatakan terkontanminasi sampah limbah B3 dan akan direekspor ke negara asal.

“Australia sebanyak 80 kontainer, Amerika Serikat 4 kontainer, Selandia Baru3 kontainer dan Great Britania sebanyak 22 kontainer,” ungkap Heru.

Sementara 29 kontainer sisanya dinyatakan bersih dan diberkan izin untuk dipakai sebagai bahan baku. PT NHI telah mereekspor 2 kontainer yang terkontaminasi tersebut ke negara asal yakni Selandia Baru pada 1 September 2019.

Selanjutnya penindakan ketiga dilakukan terhadap PT ART yang mengimpor 24 kontainer berisi biji plastik yang diketahui 10 di antaranya terkontaminasi limbah B3 dan Importasi tersebut terbukti tidak dilengkapi dengan dokumen persetujuan sehingga
Bea Cukai langsung membekukan izin Kawasan Berikat PT ART. Kemudian dilakukan peneriksaan dinyatakan 10 kontainer terkontanminasilimbah B3 dan direekspor ke Hong Kong sebanyak 3 kontainer dan Australia 7 kontainer. Sedangkan 14 kontainer lainnya dinyatakan bersih dari Jepang 2 kontainer, Spanyol 5 kontainer dan Hongkong 3 kontainer.

“Daftar panjang penindakan impor limbah B3 Tahun 2019, Bea Cukai telah menengah 2.041 Kontainer yaitu, di Pelabuhan Tanjung Priok ada 1.024 Kontainer,  257 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, 467 kontainer di Batam, 293 kontainer di Tangerang,” tuturnya.

“Penindakan terhadap limbah yang tercampur sampah/limbah B3 ini merupakan komitmen nyata pemerintah serta melindungi masyarakat dari potensi barang beracun dan berbahaya,” tutur Heru.

Turut hadir Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Capt Hermanta, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung, Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok Dwi Teguh Wibowo dan sejumlah pejabat terkait. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *