Diskusi Publik dengan Tema “Ibukota Pindah.. Buruan Dah !!’

Kantorberita.co.id – Selama ini isue tentang Ibukota pindah sangat panas dibahas. Pro kontra terus terdengar kencang. Dan uniknya rata-rata orang Betawi yang ditanya apakah setuju jika Ibukota pindah? jawabannya adalah Setuju, ujar Ketua Bamus Ikhsan SH saat membuka Diskusi Publik dengan tema ‘Ibukota Pindah..?”..Buruan Dah..!!! di Kampung Kite Resto, Jakarta, Rabu (25/9)

Menurut Pak Kyai Haji Lutfi sebagai Ketua Umum FBR, Ibukota mau ditaro dimanapun gak jadi masalah, yang menjadi masalah adalah setelah Jakarta tidak lagi menjadi ibukota, ujarnya.

Pindah Ibukota bukan serta merta semua pindah, mungkin pusat bisnis ataupun tempat tinggal tidak berpindah. Setelah 74 tahun menjadi Ibukota, sejak tahun 2015 Jakarta punya Perda khusus untuk Betawi. Sejak Anies menjabat justru Pergub yang seharusnya disempurnakan malah tidak dijalankan maksimal.

“Pada prinsipnya perpindahan Ibukota tidak masalah buat Orang Betawi, meskipun seharusnya orang Betawi diberikan margin yang lebih karena selama ini orang Betawi rela dipindah sampai ke pinggiran berkaitan dengan Program Pemerintah, ” ujarnya lagi.

Sebagai salah satu narasumber Haji Beceng anggota DPRD dari Fraksi Golkar juga menambahkan bahwa pindah Ibukota ini bisa merupakan keuntungan bagi Kota Jakarta.

Tentang ke-Khususan Daerah Ibukota Jakarta. Sebagian besar penduduk Jakarta di dalamnya adalah orang Betawi. Betawi sebagai tuan rumah di Kota Jakarta, seharusnya diberi sesuatu karena sebentar lagi akan menjadi Mantan.

Keuntungan Jakarta setelah tidak lagi menjadi Ibukota
1. Walikota bisa dipilih langsung oleh masyarast
2. Gubernur bisa dipilih langsung oleh warga Jakarta
3. Dapat mengangkat Harkat dan martabat orang Betawi

Haji Beceng berharap setelah menjadi mantan Ibukota, Jakarta dapat tetap terus menjaga nama baik orang Betawi.

Bicara tentang Betawi sangat menarik adalah tentang peraturan yang akan dilakukan setelah tidak lagi menjadi Ibukota Negara, ujar Ketua DPD KNPI DKI Jakarta Haris Pratama.

SDM Orang Betawi harus ditingkatkan karena masih banyak orang Betawi yang putus sekolah. Setelah menjadi mantan Ibukota, Jakarta seharusnya tetap diperhatikan, orang Betawi yang putus sekolah harus disekolahkan bahkan dikuliahkan. Itu merupakan tanggung jawab Negara. Seharusnya Kepindahan Jakarta harus menguntungkan orang Betawi yang ada di Jakarta, utamanya untuk meningkatkan SDM orang Betawi, karena Jakarta sudah tidak terlalu membutuhkan lagi Pembangunan Infrastruktur, tetapi lebih kepada SDM”, ujar Haris

Deputi KSP Wandi Tutorong menambahkan “Jakarta, Bekasi, Depok, Tangerang dan Tangerang Selatan merupakan kota-kota di sekitaran Jakarta yang merupakan beban Kota Jakarta sebagai Ibukota. Dari kualitas udara, sampah, ekonomi dan kemacetan semuanya menjadi beban bagi Jakarta sebagai Ibukota Negara karena kota-kota tersebut ada di sekitaran Jakarta”.

“Saya punya mimpi, ketika Jakarta dapat menjadi salah satu icon Budaya Betawi. Jakarta menjadi salah satu tempat dengan ciri khas Betawi yang dikenal Dunia Internasional. Selain sebagai Kota bisnis tetapi juga Kota Budaya. Siapapun yang berfoto di Jakarta semua orang akan tahu bahwa itu adalah Kota Jakarta”, pungkasnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut Bang David Darmawan Ketua Betawi Bangkit, para anggota Bamus Betawi, Forum Betawi Rempok (FBR), dan ormas Betawi lainnya.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *