Mahasiswa Harus Kritis Mengawal Kebijakan Melalui Koridor Konstitusional

Kantorberita.co.id , Jakarta –
Direktur Humas Duta Remaja Indonesia yang juga mantan Menteri Luar Negeri BEM UHAMKA Jakarta, Gifari Shadad Ramadhan menyatakan bahwa gerakan mahasiswa yang berdemontrasi belakangan ini, perlu kita apresiasi sebab sudah menjadi kewajiban mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan dan menjadi mitra kritis pemerintah.

Mahasiswa yg dikatakan Antonio Gramscy sebagai “Intelektual Organik” harus menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat dan memantik sebuah pergerakan revolusioner. Pergerakan yang murni dari hati nurani dan keresahan bersama. Tidak menjadi “KUDA” yang diarahkan untuk kepentingan kelompok dan golongan, ujarnya di Rumah Remaja, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (29/9/2019)

Gifari menegaskan bahwa mahasiswa harus kritis mengkawal kebijakan melalui koridor konstitusional bukan menimbulkan kegaduhan dimana-mana. Kita harus mencegah jangan sampai ada kepentingan yang merusak demokrasi dan menjatuhkan pemerintahan yg sudah terpilih secara konstitusional.

Beberapa hari lalu saya berdiskusi dengan Teman-Teman BEM dan Beberapa Mantan Ketua Bem, dari Gerakan Mahasiswa itu sendiri tidak ada sama sekali yang mendorong penggagalan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih (Joko widodo dan KH. Maruf Amin) apalagi Penurunan Presiden Jokowi.

Lanjut Gifari, apabila ada oknum-oknum yang sengaja ingin merusak instrumen demokrasi dengan melakukan gerakan penolakan pelantikan. Maka kami, Duta Remaja Indonesia sebagai platform millenial yang tersebar di 24 provinsi siap mengawal pelantikan Jokowi-Amin.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *