Tembak Atau Suruh Telan BBnya, Oknum Aparat Yang Mengedarkan Narkoba

kantorberita.co.id. -Jakarta. Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba Brigjen Pol Drs Siswandi merasa geram dan perlu angkat bicara pasca penangkapan anggota BNN yang menjual Narkoba.

Menanggapi oknum BNN yg ditangkap Polda Metro dengan BB 2.5 Kg Shabu-shabu. Siswandi meminta agar pelaku dihukum menelan Nerkoba yang dijualnya itu.

“Ungkap Tuntas Penghianat Negara tersebut, diyakini dia tidak bermain sendiri dan bukan pertama kalinya. Analisa BB 2.5 kg Sabhu ada. Indikasinya, Pertama. Anggota BNN tersebut Pernah menangkap tersangka, selanjutnya BB diambil. Tsk dilepas dan dimintai Uang. Indikasi kedua, Anggota BNN tersebut menangkap tsk. Dengan BB sangat banyak kemudian dicuri 2.5 kg dan bisa lebih banyak,”jelas Siswandi.

Jendral berkumis ini juga mencurigai jika oknum anggota BNN itu melakukan pencurian narkoba yang disimpan dikantornya sebagai barang bukti.

“Oknum Tersebut mencuri dari penyimpanan gudang BB di BNN, lanjutnya.

Ini adalah kemalangan dan berita duka yang tragis dimana seorang penegak hukum yang seharusnya memberantas peredaran narkoba, malah ikut mengedarkan narkoba. Karenanya Siswandi meminta agar pihak berwenang segera mengusut tuntas sampai keakarnya, bahkan rekam jejak oknum pegawai BNN itu juga perlu ditelusuri secara komprehensif.

“Biar kapok untuk oknum-oknum lainnya mungkin bagusnya BB tersebut disuruh telan saja. Pernah Kepala BNN. Periode Buwas. Menyampaikan bila ada oknum BNN bermain sindikat narkoba. Tembak saja. Itu penghianat bangsa,” tukas Siswandi marah.

Pengusutan terhadap pelaku juga harus dilakukan secara transparan dan bisa dimonitoring oleh publik sampai dimana perkembangannya. Jangan sampai ada kong-kalikong antar aparat penegak hukum.

“Setelah diungkap harus terang benderang dijelaskan pada Masyarakat. Jangan dipendam karena istilah Jeruk makan Jeruk. Memang Indonesia benar Darurat Narkoba. Bahkan Sudah menjadi Bencana Narkoba,” pungkasnya. (aka)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *