Jakarta Fashion Week 2020 Ajak Generasi Milenial Mencintai Produk Lokal

Kantorberita.co.id, Jakarta – Jakarta Fashion Week 2020 telah berlangsung dari 22 Oktober hingga 28 Oktober 2019. Menghadirkan ribuan koleksi, mereka siap menghadirkan merk lokal untuk bersaing dengan merk internasional.

Diketahui, JFW 2020 menghadirkan lebih dari 270 label dan desainer, baik dari dalam dan luar negeri. Beberapa rancangannya dikatakan merupakan karya dari desainer Indonesia Fashion Foward.

Fashion industry sangat luas. Kami menjadi katalis mengikat ekosistem untuk memajukan fashion industry Indonesia,” kata Svida Alisjahbana, Chairwoman Jakarta Fashion Week sekaligus CEO GCM Group pada pembukaan JFW 2020 di Senayan City pada Selasa, 22 Oktober 2019.

Tak hanya peduli dengan karya desainer Indonesia, mereka juga ingin menyadarkan publik tentang kain tradisional pula. Pada Rabu (23/10/2019), mereka menggelar talkshow “Mencintai Kain Tradisional Indonesia”.

Mengundang perancang busana Novita Yunus dan Christina Pangaribuan, pengusaha Lia Candrasari, perwakilan Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia & Pecinta Wastra Nusantara, Monique Hardjoko, mereka menceritakan upaya mereka agar kain nusantara dapat dikenal lebih luas, terutama di generasi milenial.

Mereka menilai bahwa dalam sehelai kain tradisional, bukan hanya unsur warna atau motif yang indah. Tapi, terkandung banyak makna dan rahasia yang menjadikan budaya Indonesia semakin beragam.

Berbagai upaya dilakukan, salah satunya melalui penggunaan gadget dan sosial media. Christina Pangaribuan yang juga menjadi dosen di Sekolah Mode Esmod, mengatakan bahwa kecenderungan mahasiswa kini adalah gemar memotret daripada mencatat sehingga dia menyesuaikan ke dalam cara pengajarannya.

“Kalau saya sebagai dosen, kita diperbolehkan melihat dari sosial media. Aku ingin sampaikan bahwa sosial media ini sangat penting peranannya kepada sosial media, kita harus kenalkan wastra kita lewat sosial media, website,” ungkapnya.

Sebagai seseorang yang menyukai kain tradisional sejak kecil, dia merasa bahwa lingkungan dan benda sehari-hari menjadi hal yang penting. Contohnya, dia gemar dengan kain ulos karena sering melihat ibunya memakai kain tersebut. Jika dikaitkan dengan masa sekarang, menurutnya anak muda kini seolah tak bisa lepas dari telepon genggamnya.

“Hal-hal yang berkaitan dan sering kita sentuh sehari-hari, itu dampaknya besar banget bagi kehidupan kita. Dari cara orangtua berpakaian, dari buku yang kita baca, apa yang kita lihat di TV itu ada pengaruh,” tutut Christina lagi.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *