Oknum Pengacara Mengaku Jenderal Dilaporkan

Kantorberita.co.id, Jakarta- Seorang yang berprofesi sebagai pengacara yang berinisial LA diduga telah melakukan penipuan dengan modus meloloskan orang dalam seleksi penerimaan anggota TNI-AD pada Agustus 2019 lalu.

Korban yang merupakan paman dari seorang calon yang akan mendaftar dalam TNI-AD, Ir. Arief Ikhsan menceritakan awal perkenalan dengan LA. Awalnya dia ini mengaku sebagai anggota Badan Intelejen Nasional (BIN) berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) sekitar tahun 2018. Kami juga sempat membuat organisasi relawan, namun saya mengundurkan diri.

“Setelah itu lama tidak ketemu. Awal Agustus ada keponakan dari Sulawesi Tenggara ingin masuk tentara, meminta bantuan ke saya. Karena saya pikir dia aparat, maka saya coba hubungi dia. Dan dia siap membantu dengan mahar awal 65 juta. Kata saudara yang mau masuk, siap ngasih tapi kalau sudah berpakaian dinas. Tapi LA minta uangnya lebih dulu,” kata Arief saat ditemui di wilayah Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019).

Karena keponakan saya masih menunggu menjual sawahnya, sambung Arief, maka saya berinisiatif untuk menggunakan uang pribadi. Pengacara LA mengaku meminta uang dengan alasan akan ke Palu, kemudian ke Manado untuk berkoordinasi dengan koleganya di Kodam Merdeka Manado. Saya pun mentransfer uang sejumlah 20 juta dan 5 juta di bank yang berbeda. Setelah itu atas permintaan LA, saya mentransfer secara bertahap hingga sejumlah kurang lebih 86 juta.

“Keponakan saya berangkat ke Manado untuk test, ternyata tidak lulus. Sementara uang sudah saya transfer lebih dari 80 juta. Kemudian saya tanya, Bang bagaimana ini. Kata LA bisa kok, tenang saja. Keponakan saya diminta menunggu, tapi 2 minggu berjalan tidak ada beritanya,” ungkapnya.

Karena merasa keponakannya tidak lulus, Arief pun meminta pertanggungjawaban LA, namun LA mulai menghilang. Merasa ditipu, Arief kemudian berusaha mencari tahu keberbagai instansi tentang profil LA, apakah benar adanya dirinya seorang anggota BIN. Ia mencoba menanyakan LA ke BIN, TNI hingga ke kepolisian. Naas hasilnya tidak ada nama LA di semua institusi tersebut, apalagi yang berpangkat Jendral.

Dari penelusurannya, akhirnya diketahui bahwa LA adalah seorang pengacara. LA tercatat sebagai Ketua di beberapa lembaga hukum. Arief juga mendapatkan beberapa informasi bahwa pengacara LA diduga telah beberapakali melakukan penipuan dengan berbagai cara sejak 2007.

“Saya hubungi dia terus, tapi nomor saya diblokir. Setelah saya bilang mau saya laporkan ke Polda Metro Jaya, dia WA saya. Dia bilang ada uang 15 juta, mau ditransfer. Habis itu nomor saya di blokir lagi dan tidak ada transfer apapun. Tanggal 31 Oktober 2019 kemarin sudah saya laporkan hal ini ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan: LP/7024/X/2019/PMJ/Dit. Reskrimum.

Arief menegaskan, dirinya hanya meminta itikad baik pengacara LA untuk mengembalikan uangnya dalam beberapa hari ke depan. Jika tidak ada itikad baik dari LA, maka Arief selaku korban akan melanjutkan ke proses ke tahap selanjutnya, hingga LA mempertanggungjawabkan semua perbuatannya secara hukum.

“Intinya, bohong kalau dia Jenderal. Jadi saya minta uang saya dikembalikan. Saya sekarang tidak tahu dia ada dimana. Terakhir nomor itu terlacak dia ada di Subang. Dan ada juga nomor yang dikasih ke saya, katanya orang dari Kodam Merdeka Menado. Saya beberapakali mengirim pulsa, transferkan uang, ternyata nomor itu adanya di Subang,” ujar Arief.

Arief juga menjelaskan, dirinya memang selalu berpenampilan rapih layaknya seorang aparat, dengan memakai lencana BIN yang menurutnya ia dapat dari toko perlengkapan aparat. “Selain itu, kendaraan LA juga berplat belakang BIN, sehingga saya tak memiliki rasa kecurigaan sedikitpun pada saat itu,” bebernya.

8 Agustus lalu, jelas Arief, LA mengaku dari Kuala Lumpur hendak ke Palu untuk keperluan koordinasi ke Kodim Palu. Ketika diselidiki dalam manifes penerbangan tidak ada penrrbangan LA.

Lalu, 12 Agustus menurutnya LA menginap di kediaman Danrem Palu, setelah dicek kembali tidak pernah ada nama tersebut serta Danrem sendiri tidak mengenal berinisial LA tersebut.

Dan 15 Agustus dirinya mengaku berada di Kodam XIII/Merdeka, ketika dicek lagi-lagi tidak ada nama tersebut.

Ia juga berencana setelah dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) akan menggelar konferensi pers terkait kasus yang dialaminya. (El)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *