Pelaku Penggelapan Mobil Berhasil di Tangkap di Banten

Kantorberita.co.id – JAKARTA. Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Penggelapan mobil merk Toyota Avanza. Hal tersebut disampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Reynold E.P Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si. M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero, S.I.K., M.Si., kepada awak media melalui keterangan tertulisnya, Rabu, (20/11).

Menurut keterangan, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero, S.I.K., M.Si., bahwa pengungkapan kasus penggelapan tersebut berdasarkan laporan masyarakat pada kamis, (22/11/2018) sekira pukul 23.00 wib di Dermaga 006 Pelabuhan Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok, pelaku inisial S (40) meminjam mobil korban bernama Imam (53, warga Kel. Kebon Bawang Kec. Tanjung Priok Jakarta Utara.

“Pelaku dan korban sudah saling kenal. Mereka berdua pergi bersama dari rumah menuju ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk bekerja dan sesampainya di Dermaga 006 Pelabuhan Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok, korban menyerahkan mobil tersebut kepada pelaku S (40),” jelas Kasat Reskrim AKP David Kanitero.

 

Hingga berita ini diturunkan, pelaku S (40) belum juga mengembalikan mobil yang dipinjamnya. Pada Senin, (18/11/2019) Tim yang dipimpin oleh Kanit I Ranmor Sat Reskrim IPTU Suprobo, S.H., melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi keberadaan pelaku S di wilayah Serang Banten dan berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti mobil dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

” Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya, 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza warna hitam, No. Pol: B 1959 KZO, tahun 2014 dan 1 (satu) buah kunci kontak,” terang Kasat Reskrim AKP David Kanitero.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku S (40) dijerat pasal 372 KUHP, “Barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan dihukum karena penggelapan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”, tutur David Kanitero. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *