Sindikat Narkotika Jaringan Aceh-Batam-Jakarta Sebanyak 44 Tersangka di Tangkap

Kantorberita.co.id – JAKARTA. Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung dan Polsek jajarannya berhasil ungkap kasus peredaran narkotika sindikat jaringan Aceh-Batam-Jakarta dan menangkap sebanyak 44 tersangka dengan barang bukti sabu-sabu sekitar dua kilogram selama kurun waktu September hingga November 2019.

Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Narkotika, yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya KOMBES PoL Drs. Yusri Yunus, dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Reynold E. P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., dengan didampingi oleh Wakapolres KOMPOL Bobby Kusumawardhana, S.H., S.I.K., M.Si., Kasat Resnarkoba AKP Emerich Simangunsong, S.H., S.I.K., M.Si, Kasubbag Humas IPTU Hendro Prayitno, SH, Kaur Bin Ops Sat Resnarkoba, Para Kanit Polsek jajaran, Kapolsubsektor Kawasan Pelni, Tim Elang Laut dan Personel Sat Resnarkoba, di Loby Promoter Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (30/11).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus menerangkan, para tersangka dari 37 tindak pidana narkotika berhasil diungkap dalam tiga bulan.

“Pelakunya satu yang diamankan inisial JS jaringan Malaysia, Batam, Aceh, tempat Kejadian Perkara di Terminal Penumpang Nusantara Pura II Pelni Pelabuhan Tanjung Priok, pada hari Kamis tanggal 28 November 2019 sekira pukul 20.30 Wib saat turun dari Kapal KM. Kelud, dengan barang bukti, Shabu 2 (dua) Kilogram dan Uang Tunai Rp. 1.000.000,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusri Yunus

“Pengungkapan kasus ini merupakan kesiapan dari Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang secara rutin selalu melakukan pemeriksaan kepada penumpang kapal yang tiba di pelabuhan,” tutur Yusri lebih lanjut.

Untuk menindaklanjuti Pihak Kepolisian terus mendalami jaringan tersebut karena perlintasan laut antarprovinsi rawan penyeludupan narkotika. Dari Pengakuan tersangka menyebutkan barang tersebut berasal dari Malaysia.

“Kita masih terus mendalami dan mencari tahu siapa pemilik narkotika tersebut serta akan diberikan kesiapa barang haram itu,” ujar Yusri.

Selain itu kasus narkotika jenis sabu-sabu di Setia Budi, Jakarta Selatan, pengembang kasus sebelumnya serta pengungkapan jaringan Jakarta-Bandung dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu, pil ekstasi dan psikotropika jenis “happy five“.

“Jaringan sindikat Jakarta Bandung ini dikendalikan dari Lapas serta berhasil diungkap dan diamankan dua tersangka berinisial JH dan FH . Dari Lapas Bonceuy jjuga sudah dibawa serta untuk ditindaklanjuti,” ungkap Yusri.

Barang bukti sitaan diantaranya 2,386,34 gram narkotika jenis sabu-sabu, 102 butir ekstasi, 72 gram ganja serta 80 butir pil psikotropika jenis “happy five“.

Sementara itu Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold E. P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menyatakan, pihaknya terus berkomitmen melakukan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

“Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dengan 44 (empat puluh empat) tersangka sudah diamankan dan kami memberikan pelayanan dan pengamanan ekstra, baik penumpang yang datang ke Pelabuhan Tanjung Priok maupun yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Kapolres Reynold.

Para tersangka dijerat dengan Primair Pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 Undang – undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *