Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Pengedar Shabu

Kantorberita.co.id – JAKARTA. Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Penyebab terjadinya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja disebabkan karena beberapa faktor yakni: faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal, yakni faktor yang berasal dari diri seseorang, dimana faktor internal itu sendiri terdiri dari: Faktor Kepribadian, Faktor Keluarga serta Faktor Ekonomi. Sedangkan Faktor Eksternal, yakni faktor yang berasal dari luar seseorang/remaja yang mempengaruhi terjadinya penyalahgunaan narkoba. Faktor Eksternal itu sendiri terdiri dari : Faktor Pergaulan dan Faktor Sosial/Masyarakat.

Hal ini diungkapkan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Reynold E.P Hutagalung S.E.,S.I.K.,M.Si.,M.H melalui Kasat Resnarkoba AKP Emerich Simangunsong, S.H., S.I.K., M.Si. melalui keterangannya, saat Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok kembali mengungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu, (15/01).

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Emerich Simangunsong, S.H., S.I.K., M.Si. menjelaskan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat atas adanya tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kel. Kebon Bawang Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara. Selanjutnya team yang dipimpin Kanit II Iptu Indarto, S.H melakukan penyelidikan dan melihat seorang laki-laki yang dicurigai.

Kemudian petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan badan serta pakaian ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip berisi kristal putih jenis shabu setelah ditimbang seberat 0,63 (nol koma enam puluh tiga) gram brutto yang disimpan didalam kantong celana sebelah kiri.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan kembali ditemukan di dalam bungkus rokok sampurna Mild warna putih berisi 1(satu) pack plastik bening kosong dan 1 (satu) plastik bening berisi kristal warna putih jenis shabu setelah ditimbang seberat 0,13 (nol koma tiga belas) gram bruto dan 1 (satu) unit timbangan digital yang ditemukan didalam kantong celana depan sebelah kiri, serta 1(satu) unit handphone yang dipegang oleh pelaku.

Hasil keterangan dan pengecekan Handphone pelaku, pelaku yang diketahui berinisial MA Bin BS (21) yang berstatus sebagai pengemudi ojek online (Ojol) dan tidak menamatkan sekolahnya. Pelaku mengakui bahwa shabu tersebut adalah miliknya yang didapat dari seorang laki laki inisial AD als B (DPO), jelas AKP Emerich Simangunsong.

“Pada saat diperiksa petugas, Pelaku MA Bin BS mengakui menjadi kurir shabu sejak tanggal 26 Desember 2019, hingga akhirnya tertangkap sudah berjalan 7 (tujuh kali) dengan imbalan sesuai besar kecilnya shabu yang diantarnya. Uang dari hasil mengantar shabu dipergunakan untuk keperluan sehari hari,” terang Kasat Resnarkoba AKP Emerich Simangunsong.

Untuk penyidikan lebih lanjut, Pelaku MA Bin BS beserta barang bukti diantaranya 2 (dua) plastik klip bening yang didalamnya berisi 1 (satu) bungkus plastik klip berisi kristal putih yang diduga Narkotika Gol. I jenis Shabu seberat 0,76 (nol koma tujuh puluh enam) gram brutto, 1 (satu) pack plastik bening kosong, 1 (satu) unit timbangan digital dan 1 (satu) unit hand phone dibawa ke Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan dengan Pasal 114 ayat (1) Sub pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 th 2009 tentang Narkotika.

Menyikapi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, Kasat Resnarkoba AKP Emerich Simangunsong, S.H., S.I.K., M.Si menghimbau peran serta orang tua sangat dibutuhkan dengan lebih meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anggota keluarganya, para orang tua juga diharapkan untuk selalu meluangkan waktunya untuk selalu berada disisi anak-anaknya dalam kondisi apapun, sehingga remaja tidak terjerumus melakukan hal-hal yang menyimpang terutama melakukan penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba apabila dipergunakan secara tidak teratur menurut takaran/dosis akan dapat menimbulkan bahaya fisik dan mental bagi yang menggunakannya serta dapat menimbulkan ketergantungan pada pengguna itu sendiri. Artinya keinginan sangat kuat yang bersifat psikologis untuk mempergunakan obat tersebut secara terus menerus karena sebab-sebab emosional,” jelas AKP Emerich Simangunsong.

Sebagai bukti keseriusan mencegah dan menindaklanjuti kejahatan penyalahgunaan narkoba, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berupaya melakukan pendekatan secara intensif dalam mensosialisasikan dampak penyalahgunaan narkoba untuk membendung dan mempersempit ruang gerak peredaran gelap Narkoba di Wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Butet

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *