Amankan Perairan, Ditpolair Korpolairud Berangkatkan 5 Kapal Bertugas BKO Polda Kewilayahan

Kantorbeeita.co.id – JAKARTA. Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya mewujudkan Harkamtibmas Perairan, Penegakan Hukum serta Perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri di awal tahun 2020 ini menggelar kapal – kapal patrolinya bertugas BKO Polda – Polda Kewilayahan. Jumat (17/01/2020)

Apel keberangkatan kapal di lingkungan Ditpolair Korpolairud merupakan hal yang rutin dan biasa dilakukan saat kapal akan berangkat bertugas maupun saat kedatangan kapal, kembali ke pangkalan Mako Tanjung Priok Jakarta selesai melaksanakan penugasan di kewilayahan.

“Awal tahun ini kita berangkatkan 5 kapal patroli kita bertugas BKO Polda, antara lain KP. PUYUH – 5014 (BKO Polda Sumbar) KP. BELIBIS – 5007 (Polda Sulteng) KP. KEPODANG-5001 (Polda Bali) KP. LORY – 3018 (Polda Babel) KP. PARKIT – 3004 (Polda Jabar),” jelas Dirpolair Korpolairud Brigjen Pol. Makruzi Rahman, S.IK., M.H.

Dirpolair menjelaskan bahwa selain melaksanakan tugas dalam rangka mengantisipasi dan penanggulangan gangguan Kamtibmas di wilayah perairan yang menjadi wilayah penugasan, Kapal Polisi juga bertugas dalam Perbantuan Fasilitas (Banfas) perairan, tugas Pertolongan dan Penyelamatan (SAR) perairan. Kapal Polisi juga melaksanakan kegiatan lain sesuai dengan kebutuhan Polda setempat.

Selesai memimpin apel pemberangkatan Dirpolair Korpolairud kemudian melakukan pengecekan kesiapan kapal, didampingi oleh seluruh pejabat utama Dirpolair kemudian memeriksa kesiapan armadanya.

“Selalu saya tekankan pentingnya kesiapan kapal yang akan melakukan pelayaran baik berangkat tugas maupun patroli rutin. Kondisi Peralatan Utama (Alut) yaitu Kapal, kesiapan Personel selaku crew atau awak kapal dan dukungan logistik baik pribadi personel maupun logistik kapal itu yang paling utama dan harus benar – benar dipastikan dalam kondisi siap dan terpenuhi,” jelasnya.

“Tugas Polisi Perairan itu sangat spesifik jika dibandingkan dengan tugas Polisi pada umumnya, saat ini perairan menjadi sangat penting karena menjadi bagian dari visi Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia”, lanjutnya.

Masih terdapat Indikasi adanya ancaman dan potensi gangguan Kamtibmas yang menonjol yang menjadi perhatian publik seperti kasus penangkapan ikan secara ilegal termasuk sumber daya laut, penyelundupan, Narkoba, Migas dan berbagai pelanggaran hukum lainnya yang terjadi di laut.

Dirpolair berpesan kepada para personel yang akan berangkat tugas bahwa di kapal itu adalah Tim, Komandan Kapal harus mampu menyatu dengan anggotanya, jangan menjadi pejabat yang bekerja hanya sebatas standart, sehingga hasilnya kurang optimal.

“Jadilah pemimpin yang kreatif, mumpuni dan memiliki keistimewaan yaitu pemimpin yang tidak hanya mempunyai kompetensi intelektual, namun juga Integritas moral yang baik sehingga dapat menjadi panutan dalam membangun karakter dan optimisme organisasi”, pesannya.

“Saya perintahkan kepada kapal – kapal patroli kita untuk senantiasa menjaga nama baik institusi, membantu sepenuhnya personel kewilayahan dan bersinergi khususnya dengan unsur TNI AL serta instansi terkait lainnya, melaksanakan tugas dengan tetap mengedepankan kegiatan yang bersifat preemtif dan humanis”, tutur Dirpolair. Buter

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *