3 Tersangka Pengoplos Miras di Tangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok

Kantorberita.co.id – JAKARTA. Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menangkap 3 pelaku pengoplos minuman keras dengan berbagai merek produksi impor di wilayah Jakarta Utara, Selasa (14/1)

Konfrensi Pengungkapan Kasus Tindak Pidana dipimpin oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes PoL Drs. Yusri Yunus, dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Reynold E. P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., didampingi Kasat Reskrim AKP.David Kantero, S.I.K, M.Si, dan bekerjasama dengan Bea dan Cukai terkait kelayakan barang impor, pihak Balai POM terkait bahan dasar minuman dan pencampuran alkohol serta Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, di Rupatama Promoter Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (20/1)

” Akhir Desember pengungkapan kasus itu 1berdasarkan informasi masyarakat terkait adanya minuman beralkohol oplosan produksi impor dan ditindaklanjuti. Ketiga pelaku yakni JN (22), MAP (29) dan DC , ditangkap di Jl Raya Ancol Baru, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari ketiga pelaku, polisi menyita ribuan botol minuman keras,” terang Yusri.

“Tiga tersangka dengan perannya masing – masing. JN bertugas menjual minuman keras kepada masyarakat umum. MAP bertugas meracik minuman beralkohol oplosan dan menjual kepada JN serta DC sebagai penyedia botol-botol minuman beralkohol,” ungkapnya.

Selanjut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Dr. Reynold E. P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menerangkan ketiga pelaku mengoplos minuman tersebut dicampur dengan 90 persen alkohol dicampuran 1 liter air mineral kemudian dicampur essens, caramel (gula bakar) ke dalam satu botol kosong sesuai pesanan.

“Pelaku menjual miras oplosan melalu Whattsspp, dengan merek Cointreau, Imperial Black, Martel, VSOP, Black Label, Chivas Regal, Hennessy, dan lain-lain,” tuturnya.

“Tersangka MAP ini membeli botol lengkap dari tersangka DC, kemudian sesuai yang diajarkan oleh tersangka DC, MAP menyiapkan peralatan untuk mengoplos miras, kemudian botol tersebut disegel seolah baru,” jelas Kapolres Reynold.

“Pengakuan ketiga tersangka, kegiatan mengoplos miras ini sudah dilakukan ketiga tersangka sejak 2019. Satu botol minuman dijual seharga Rp210 ribu. Dalam satu botol, JN mendapatkan keuntungan rata-rata sebesar Rp60 ribu,” terang Reynold.

Sementara Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Teguh Wibowo mendalami cukai pada peredaran minuman beralkohol oplosan ini menerangkan sekilas secara fisik, minuman beralkohol oplosan itu menggunakan botol bekas dan pita cukai yang telah sobek. Selain itu, ada indikasi menggunakan cukai palsu yang mungkin bisa dipastikan dengan uji laboratorium.

” Terlihat kemasan botol dan kardus seperti asli minuman impor, tetapi ini merupakan sisa penjualan yang dipergunakan kembali. adapun potensi kerugian karena cukai, belum dapat mengukur berapa banyak liter minuman yang dioplos dan masuk golongan berapa,” terang Teguh.

” Sekilas diperhatikan, minuman itu menggunakan cukai lokal sekitar Rp40 ribu per liter. Sementara cukai minuman beralkohol berdasarkan golongan minum  yakni golongan A, B dan C. Soal pita cukai minuman beralkohol dipesan khusus dari Peruri karena memiliki hologram. Sementara untuk minuman tersebut dijual secara khusus di tempat penjualan eceran dan harus mendapatkan izin dari Bea Cukai,” ungkapnya.

“Kami memberikan apresiasi kepada Polres Pelabuhan Tanjung Priok atas pengungkapan kasus minuman beralkohol yang dipalsukan ini,” ujar Teguh.

Kasat Reskrim AKP.David Kantero, S.I.K, M.Si, membenarkan apa yang sudah disampaikan Kapolres tentang penangkapan 3 tersangka.

“Pengembangan yang terkait dari JN disita 6 botol yang dioplos, 31 botol jiregen 90 persen , pewangi, penutup botol, korek api gas, gunting dan 326 botol kosong,” ungkap David.

Para pelaku dikenakan pasal 62 junto pasal 8 ayat 1, Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 142 junto pasal 91 ayat 1, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pasal 204 ayat 1 dan pasal 386 ayat 1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *