Polres Pelabuhan Tanjung Priok Tangkap Mucikari Prostitusi Saat Tranksasi di Hotel

Kantorberita.co.id – JAKARTA. Prostitusi di Indonesia dianggap sebagai kejahatan “terhadap kesusilaan/moral” dan melawan hukum. Modus prostitusi dilakukan dengan cara yang variatif. Melibatkan remaja usia di bawah 18 tahun hingga mahasiswi dengan
menggunakan modus bangunan komersial seperti kafe dan karaoke yang lokasinya dekat dengan objek wisata dan jauh dari pusat keramaian.

Seperti halnya yang dilakukan AW (35), seorang mucikari wanita yang berhasil diungkap Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, di salah satu tempat penginapan (hotel) di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (29/1).

Tersangka AW, ditangkap berdasarkan informasi masyarakat terkait adanya tindak pidana Prostitusi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Kemudian Team Opsnal Unit IV Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang dipimpin Kanit IV Iptu Eri Suroto, S.H., M.H., melakukan penyelidikan di wilayah tersebut.

“Setelah dilakukan pemantauan, Team Sat Reskrim melihat ada orang yang melakukan transaksi yang diduga sebagai Mucikari (Mami). Orang tersebut menyerahkan uang sejumlah Rp. 800.000,-. Setelah terjadinya Transaksi Pembayaran, Team langsung bergerak dan berhasil mengamankan tersangka di depan salah satu Hotel Tanjung Priok, Jakarta Utara,” terang Kanit IV Iptu Eri Suroto, S.H., M.H.,

Setelah diinterogasi Mucikari berinisial AW tersebut mengakui telah mengantar 1 wanita (PSK) kepada pelanggan di salah satu kamar Hotel. KemudianTeam Opsnal Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan pemeriksaan. Bahwa benar terjadinya Praktek Prostitusi di dalam Kamar Hotel tersebut dan membawa Pelaku dan Saksi berikut Barang Bukti berupa 1 (satu) Buah Bra Warna Hitam, 1 (satu) Buah Celana Dalam Warna Biru, 1 (satu) Buah Kunci Hotel dengan Nomor Kamar 205, Uang Tunai Rp. 800.000,-, dan 1 (satu) Lembar Kwitansi Pemesanan Kamar Hotel Kamar 205 Seharga Rp. 314.600, ke Mako Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna proses lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan petugas, Mucikari AW mengatakan telah menjalani profesinya sekitar 1 (satu) tahun dan mengantarkan PSK kepada pelanggan sekitar 15 (lima belas) kali setiap bulannya. Tiap mengantar PSK ke pelanggan AW mendapat keuntungan sebesar Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) sehingga keuntungan setiap bulannya sebesar Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan hasil keuntungan uang yang didapat dipakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Reynold E.P Hutagalung, S.E.,S.I.K.M.Si.,M.H. melalui Kasat Reskrim AKP David Kanitero, S.I.K., M.Si. menjelaskan kepada awak media, Kamis (30/01/2020), bahwa Prostitusi itu terselubung, sebagian kalangan menyebutkan karena mereka adanya di jalanan dan Ilegal

“Tentu saja illegal, dan bukan tak pernah mereka diterbitkan. Prostitusi yang terjadi bukan hanya secara langsung antara penjual dan pembeli, tetapi bisa juga melalui perantara (mucikari atau germo), prostitusi dengan kedok bervariasi atau bisa juga melalui internet. Sudah rahasia umum mereka tak bekerja sendirian, Polres Pelabuhan Tanjung Priok akan terus menyelidiki termasuk risiko terkena HIV/AIDS yang sulit dikontrol, “ungkapnya.

“Dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan masyarakat, jika prostitusi itu telah menjadi suatu perbuatan yang meresahkan, merusak ketertiban masayarakat, sudah sebaiknya solusi yang tepat untuk menaganinya, salah satunya adalah melalui jalur hukum,” kata Kasat Reskrim AKP David Kanitero, S.I.K., M.Si.

“Atas perbuatannya, Mucikari AW (35), dijerat pasal 296 KUHP Jo Pasal 506 KUHP,” jelas AKP David Kanitero. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *