Demi Mewujudkan Mimpinya Gubernur NTB Datangkan “Dewa” Pembuat Mobil Listrik Menjadi Rektor UTS

Kantorberita.co.id, Sumbawa NTB -Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiflimansyah SE., M.Sc,yang merupakan Pendiri dan juga Pembina Yayasan Dea Mas Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) melakukan rotasi kepemimpinan Rektor UTS di GOR RPK UTS minggu kemarin.

Ir. Chairul Hudaya ST.,M.Eng.,Ph.D.,IPM resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) untuk masa bhakti 2020—2024. menggantikan Dr. Andy Tirta M.Sc yang telah berakhir masa bhaktinya pada 2020 ini setelah menjabat sejak tahun 2016.

“Saya memimpin kampus ini cukup dengan 2M yang berarti Membumi dan Mendunia. Membumi, keberadaan UTS harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Misalnya Prodi Teknik Elektro harus bisa menciptakan teknologi tepat guna untuk membantu petani sekitarnya. Prodi Teknik Mesin mampu menciptakan traktor tangan yang bisa diremot jarak jauh untuk mengelola lahan pertanian, dan prodi-prodi lainnya. Kemudian Mendunia, menjadikan UTS tidak hanya sebagai pusat peradaban tapi juga pusat perekonomian. UTS telah menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus luar negeri di berbagai negara. UTS juga harus bisa menyambut keberadaan event MotoGP dan terlibat di dalamnya. Dan UTS juga harus mampu menciptakan dan memproduksi mobil dan motor listrik, Ucap rektr baru Universitas yang terletak di kaki Bukit Olat Maras tersebut.

Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc mengatakan, keberadaan Dr Chairul Hudaya ini atas rekomendasi Rektor terdahulunya Dr. Andy Tirta yang kini maju dalam pemilihan calon Bupati Sumbawa Besar.

Bang Zul, sapaan Gubernur NTB ini memberikan tantangan kepada kedua rektornya yang ternyata memiliki latar belakang persahabatan untuk membangun Provinsi NTB dengan mempersiapkan dan mengembangkan motor listrik.

“Kalau dua anak tekhnik UI (Andy dan Chairul) tidak bisa mengembangkan motor listrik ini, itu sangat keterlaluan. Dan Pak Chairul ini adalah dewa di bidang motor dan mobil listrik di Indonesia. Jadi kita mulai saat ini berani mencanangkan motor listrik, karena dewanya ada di UTS. Kami minta jangan sampai ini menjadi wacana, targetkan dalam waktu 2—3 tahun, semua dosen UTS sudah pakai motor listrik,” pungkasnya.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *