Setelah Resmi Terbentuk, PPRMB Go Nasional-Internasional

Kantorberita.co.id, Jakarta- Untuk pertama kalinya, Perkumpulan Putra-Putri Raja Marpaung Se-Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi atau dalam bahasa Batak Punguan Pomparan Raja Marpaung Dohot Boru Se-Jabodetabek (PPRMB), resmi terbentuk dan telah resmi terdaftar melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, No. AHU 0000931. AH.01.07 tahun 2020.

Ketua umum PPRMB se-Jabodetabek Drs. Christian Binsar Marpaung SH,M.Si mengatakan atas dibentuknya perkumpulan ini untuk meningkatkan hubungan erat kekeluargaan dalam satu keluarga besar Marpaung Se-Jabodetabek.

“Sebelumnya juga kita sudah ada perkumpulan, namun kita memiliki cita-cita untuk melegalkan agar menjadi lebih besar berskala nasional bahkan internasional,” ujar Christian kepada media di wilayah Tebet, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Dalam perkumpulan ini juga nantinya, kita akan melihat potensi dari masing-masing yang nantinya kita kembangkan bersama-sama. Untuk itu kita mencoba menginventarisasi serta memberdayakan manusia keluarga besar PPRMB.

Menurut Christian PPRMB se-Jabodetabek juga telah ikut bergabung dengan wadah marga Batak yang lebih besar di Jakarta yaitu Lokus Adat Budaya Batak (LABB). LABB sendiri mempunyai tujuan bagaimana mempertahankan dan melestarikan budaya Batak pada umumnya.

“Jadi kita akan mendata berapa banyak profesi atau pekerjaan yang dibidangi, misal seperti notaris kalau ada di PPRMB untuk apa memakai yang lain. Jadi kebutuhannya pun untuk bersama, kemarin ketika banjir kita juga membantu korban banjir yang marganya Marpaung dan itu sudah terdata di data base kami,” pungkasnya.

Sementara itu Sekjen PPRMB Dr. Marlin P Marpaung, M.Sc menyampaikan kita juga memiliki program kegiatan sosial seperti banjir, pengentasan kemiskinan dan apabila ada yang meninggal kita juga turut membantu dan lainnya.

“Dalam data statistik yang kita miliki, pada bulan Mei 2019 hingga kini terdapat 80 orang meninggal dan 70 pesta dan itu kita hadapi dalam suka maupun duka, meskipun dia tidak tergabung dalam PPRMB dengan begitu nantinya kita akan dikenal dan tentunya akan bergabung,” ujarnya.

Selain itu, tambah Dr. Marlin di Jabodetabek sendiri ada 250 marga diluar Mapaung dan itu kita sepakat untuk membantu pemerintah.

“Kita juga telah menjalin kerjasama dengan Universitas Mpu Tantular dalam pendidikan, melihat banyaknya keluarga Marpaung masih dalam garis kemiskinan, sebab pendidikan itu penting. Jadi kita telah resmi apabila ada Marpaung yang kesulitan dalam biaya pendidikan kita akan rekomendasikan disana dengan biaya 50% baik itu Diploma, S1 dan S2,” kata Dr. Marlin.

Jadi dalam PPRMB ini juga banyak ahli-ahli seperti ahli ekonomi, perpajakan, hukum dan lainnya. Maka itu kita ajak untuk saling berbagi baik dari aspek ilmunya bahkan aksi sosialnya.

“Kedepannya juga kita berencana membangun satu wadah yaitu rumah parsaoran (persatuan-red) ditempat itulah nantinya kita akan mengembangkan potensi, SDM dan kegiatan lainnya seperti seminar, lokakarya, diskusi, pengenalan budaya dan sebagainya yang finansialnya dari kita untuk kita, itu sedang kami cari dimana lokasi yang strategis,” imbuh dia.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Bidang Advokasi PPRMB Fadjar Marpaung, SH, MH mengungkapkan dengan adanya legalitas ini, kami berharap bisa lebih berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul khususnya bagi marga Marpaung.

“Di tim advokasi ini kami juga memiliki tujuan dimana ketika ada marga Marpaung yang sedang berurusan dengan hukum, maka kami sudah sepakat akan membantu setiap marga Marpaung yang memerlukan bantuan hukum,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Fadjar, kami akan mendirikan LBH Marpaung dimana kami akan mengakomodir para sarjana hukum yang ada di Putra Putri Marpaung supaya ikut berperan aktif memberikan pengetahuannya untuk perkumpulan ini.

“LBH tersebut berfungsi untuk membantu marga Marpaung yang tidak mampu tapi sedang berurusan dengan hukum. Namun itu semua harus dibuatkan legal standingnya lebih dulu agar kami benar-benar bisa membantu dalam hal penegakkan hukum,” katanya.

Fadjar menjelaskan di bawah kepemimpinan ketua umum saat ini cita-cita agar PPRMB memiliki badan hukum bisa tercapai. Selanjutnya kami ingin memberdayakan perajin kain ulos yang ada di Sumatera Utara agar taraf ekonominya bisa lebih baik.

“Selain itu masih banyak cita-cita sosial kami yang akan dilakukan demi terwujudnya SDM putra putri Marpaung yang unggul. Karena saat ini banyak putra putri Marpaung yang memiliki kecerdasan namun terkendala dengan ekonomi sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikannya, sehingga melalui perkumpulan ini kami ingin membantu mereka yang tidak mampu untuk melanjutkan cita-cita agar bisa tercapai, urainya.

Fadjar menjelaskan untuk mewujudkan hal tersebut sudah kami buktikan dengan bekerjasama dengan universitas Mpu Tantular, dimana ketika ada marga Marpaung yang ingin melanjutkan pendidikannya hanya cukup membayar 50% saja dari biaya normal. Setelah ini kami juga akan menjajaki kerjasama dengan universitas-universitas lainnya, bukan hanya universitas swasta tapi universitas negeri yang ada di seluruh Indonesia.

Kami ingin menjadikan Marpaung ini menjadi perkumpulan yang mampu meningkatkan SDM, khususnya putra putri Marpaung di bidang sosial, budaya, ataupun adat istiadat. Kami ingin di sini menjadi barometer Marpaung di seluruh Indonesia. Karena saya lihat Marpaung di sini yang paling kompak, bisa mencakup se-Jabodetabek.

“Cita-cita lainnya juga kita mudah-mudahan bisa membangun rumah duka, untuk membantu internal PPRMB, orang batak lainnya bahkan umum juga. Jadi bermanfaat untuk semua sebab aksi sosial,” terangnya.

PPRMB Sejabodetabek saat ini juga telah membentuk Panitia untuk pembangunan Rumah Parsaoran Marpaung yang nantinya digunakan untuk menjadi wadah kegiatan seminar-seminar baik tentang perekonomian, sosial, budaya serta peradatan khususnya adat Batak. Serta menjadi tempat pelatihan untuk meningkatkan SDM-SDM yang ada di keluarga besar Marpaung Sejabodetabek terutama bagi generasi muda yang ingin berlatih alat-alat musik tradisional Batak.

Kami akan berusaha menyediakan peralatan musik tradisonal Batak termasuk menyiapkan guru-guru pelatih alat musik tradisional Batak. Dan harapan kami kedepannya dapat terbentuk Perkumpulan Putra Putri Raja Marpaung Se-Indonesia bahkan Se-Dunia.

“Kami berharap agar Putra Putri Marpaung yang ada di Negeri ini dapat terus berperan aktif membantu pemerintah dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya termasuk dalam melestarikan adat budaya Batak yang merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki Indonesia di bidang adat budaya nusantara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri oleh Bachtiar Marpaung Wakil Ketua II Bidang Organisasi dan SDM, Muchtar Kifly Marpaung Wakil Sekretaris II, Jannes Marpaung Wakil Bidang Usaha dan Herman Paulus H. Marpaung Humas. (Eln)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *