Kedua Terdakwa Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan di Sidangkan di PN Jakut

Kantorberita.co.id – JAKARTA. Sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap anggota penyidik KPK Novel Salim Baswedan yang dilakukan terdakwa Rahmat Kadir Mahulette bersama dengan Ronny Bugis di gelar di Pengadilan Negeri (PN), Jalarta Utara, Kamis (19/3).

Kedua terdawa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis (keduanya oknum anggota polisi) ini diseret kemejahijau oleh tim Jaksa penutut Umum kehadapan majelis hakim pimpinan DJuwanto SH didampingin hakim anggota Taufan Mandala SH.M.hum dan Agus Darwanta SH dengan dakwaan melakukan perbuatan penganiayaan berat secara terencana terhadap korban penyidik KPK Nove Baswedan.

Tim Jaksa Penuntut dipimpin Kasipidum Jakarta Utara, Satria Irawan SH, didampingi Jaksa Fedrik Adhar Achmad Patomi dan 2 jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, menguraikan kronologis perbuatan kedua terdawa Rahmat Kadir Mahulette bersama-sama dengan Ronny Bugis ((berkas perkara terpisah) mengakibatkan korban Novel Baswedan mengalami luka berat, menyebabkan korne mata Novel kanan dan kiri berpotensi mengalami kebutaan.

Peristiwa ini terjadi sekitar April 2017, saat Rahmat Kadir Mahulette mengambil cairan asam sulfat (H2SO4) usai melaksanakan apel pagi di Satuan Gegana Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, dan menyimpannya di dalam sebuah botol plastik berwarna merah.

” Setelah itu Ramhat Kadir pun membawa cairan itu ke kediamannya serta menuangkan ke dalam mug loreng hijau. Kemudian mencampurkan air ke dalam cairan asam sulfat tersebut serta membungkus dan mengikatnya dengan kantong plastik hitam,” terang Satria

Selanjutnya Rahmat Kadir menemui terdakwa Ronny Bugis di asrama Gegana Brimob dan membawa cairan itu sembari meminta di antar ke daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, tempat tinggal Novel dengan mengendarai sepeda motor yang dikemudikan terdakwa Ronny Bugis.

“Kedua Terdakwa Rahmat dan Ronny masuk melewati akses tersebut dan berkeliling di sekitar perumahan serta berhenti di sekitar Masjid Al-Ikhsan yakni di ujung jembatan di belakang mobil yang terparkir,” lanjut Satria

Keduanya berhenti dan mengamati setiap orang yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan. Tak lama kemudian yang ditunggu- tunggu muncul. Novel keluar dari Masjid Al-Ikhlas, dan mereka berdua bergerak mendekati, lalu Rahmat Kadir Mahulette menyiramkan cairan itu ke arah Novel dari atas motor yang dikendarai oleh Ronny Bugis.

“Sebelumnya terdakwa Rahmat Kadir memberitahu bahwa ia akan memberikan pelajaran kepada seseorang dan meminta Ronny Bugis mengendarai motornya secara pelan-pelan mendekati Novel Baswedan sambil bersiap-siap menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) yang telah dipersiapkan sebelumnya,” terang jaksa Fedrik melanjutkan bacaan kronologis kejadian tersebut.

“Setelah berhasil melakukan aksi tersebut, terdakwa Rahmat langsung memerintahkan Ronny Bugis untuk melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya denga cepat,” ungkap Fedrik.

Akibat perbuatan tersebut, terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny didakwa telah melakukan penganiayaan berat terhadap Novel dengan cara menyiramkan air keras. Cedera yang dialami Novel itu disebutkan berdasarkan hasil visum et repertumnomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017. Hasil tersebut dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga. Keduanya didakwa melanggar Pasal 351 atau Pasal 353 atau Pasal 355 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya Majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan persidangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel usai kedua terdakwa, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis menyatakan tidak mengajukan keberatan atau pun eksepsi. Sidang akan digelarkembali pada 2 April 2020. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *