Keterangan Para Saksi Tidak Mengenal Terdakwa, Dakwaan Jaksa Dimentahkan

Kantorberita.co.id – JAKARTA. Sidang Perkara dugaan pemalsuan Akta perkawinan dengan tiga terdakwa yakni Juniar alias Vero, Agus Butar butar dan Pdt Hosea saat ini masih disidangkan di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Utara.

Dalam agenda keterangan saksi di persidangan, dihadapan Ketua majelis Hakim  Agung SH.M.H didampinggi anggota majelis Tugiyanto BC.IP.SH.MH dan Firman SH, Ketiga terdakwa secara terpisah (di split) duduk di kursi pesakitan diduga merekayasa perkawinan antara Juniar dengan Basri Sudibyo seolah olah perkawinan tersebut sah dilakukan di suatu Gereja. Begitu juga dengan akta perkawinan antara Basri dengan Juniar diduga dipalsukan.

“Kasus itu tampak betul dipaksakan kalau tidak mau disebut direkayasa. Akhirnya para terdakwa menjadi korban (kriminalisasi),” ujar seorang praktisi hukum di Jakarta, Selasa (24/3).

Praktisi hukum menilai saat sidang berlangsung, hampir tidak ada saksi a charge atau memberatkan dari Jaksa Suwartin SH, yang mendukung surat dakwaan jaksa itu sendiri. Justru mementahkan dakwaan. Tidak ada yang tahu tindak pidana apa dilakukan Agus Butarbutar dan istrinya Juniar.

Seperti halnya dalam perkara Agus Butar Butar sebelumnya, keterangan saksi pelapor satu Martin Adam, saksi pelapor dua Suzane Liani misalnya, mereka tidak dapat memberikan keterangan mendukung apa yang dilaporkannya.

Kedua saksi menjawab pertanyaan hakim, justru menyatakan tidak melaporkan Agus Butarbutar, mereka  tidak kenal dengan Agus Butarbutar dan juga tidak mengetahui pekerjaan Agus Butarbutar. Majelis hakim sendiri memperlihatkan putusan pengadilan kepada pelapor yang di dalamnya tidak terdapat/tertulis nama Agus Butarbutar.

Sementara itu Saksi ketiga, Notaris Grees Parulian Hutagalung dan saksi keempat Agus, supir alm Basri Sudibyo, dalam keterangannya menyatakan tidak mengenal Agus Butarbutar dan tidak pernah bertemu dengan Agus Butarbutar.

Sedangkan sidang kelima dan keenam saksi tidak datang. Dengan demikian, seluruh keterangan saksi a charge tidak mendukung atau tak menguatkan surat dakwaan. Hal itu tentu saja selain menguatkan adanya dugaan rekayasa dalam kasus itu juga semakin besar harapan Agus Butarbutar dan istrinya, terutama Agus Butarbutar yang berlatar belakang pendidikan hukum bakal peroleh putusan hakim bebas murni atau paling tidak onzlagh (ada perbuatan tetapi bukan merupakan tidak pidana).

Saat dikonfirmasi wartawan, Agus Butar butar dan istrinya juniar menegaskan bahwa dirinya baru 1 kali di BAP sebagai saksi di Polda Metro Jaya dan belum pernah di berikan setatus sebagai tersangka.

” Pada malam hari kami pulang dari singapura sekitar jam 00:15 wib, sampai dirumah langsung di jemput oleh anggota polisi dari Polda Metro Jaya dengan surat penangkapan.” Ujar Agus Butar butar.

Agus Butar butar dan Juniar menegaskan bahwa saksi pelapor 1 Martin Adam meributkan dan meminta sertifikat tanahnya dikembalikan, padahal sertifikat tanah tersebut telah di berikan Basri Sudibyo pada 25-Agustus 2018, kepada juniar istri saya sebagai hadia kepada istrinya, dan di serahkan di rumah Juniar di Pantai Mutiara Pluit Jakarta Utara, dengan mempergunakan tanda terima yang berlogokan kantor Notaris Grace Parulian Hutagalung.

Agus Butar butar dan istrinya Juniar sepakat menbuat pernyataan di atas matrai untuk mengembalikan sertifikat tersebut dan keduanya di panggil kanit Harda Polda Metro Jaya untuk damai dan datang juga Kuasa Hukum Martin Adam yaitu Hutagalung dan di situ kami menyatakan menyerahkan sertifikat tetapi pengecara Martin Adam meminta sertifikat di kembalikan, pembatalan penetapan pengadilan dan minta ganti rugi, karena tuntutan ini tidak memenuhi akal sehat maka kanit Harda Polda Metro Jaya menyatakan tidak terjadi damai.

Penyerahan kembali sertifikat tanah tersebut oleh Agus Butarbutar dan istrinya Juniar didasarkan pertimbangan bahwa mereka berdua sudah tua,  dan tidak butuh banyak lagi yang penting hidup tenang dan harmonis.

Agus Butarbutar mengaku percaya penuh kepada Tuhan dan setiap pagi selalu berdoa untuk meminta pertolongan Tuhan agar ikut campurtangan di dalam permasalahannya dan istri (Juniar) yang sedang mereka hadapi di pengadilan.

Mengenai tuduhan pendeta gadungan atau palsu terhadap Pendeta MH Hosea dijelaskanya bahwa Hosea bukanlah pendeta gadungan atau palsu karena hampir seluruh warga sekitar tempat Pendeta MH Hosea bermukim di daerah Perumnas Tangerang sejak lama dan juga sudah banyak orang diberkati perkawinannya. Termasuk keluarga Agus Butarbutar.

” Bukan cerita bohong kalau Hosea pendeta. Hosea benar-benar pendeta. “Kalau ada yang bilang gadungan biarlah itu dosanya sendiri. Hukum juga nantinya akan membuktikannya. Begitu juga Tuhan akan menguatkan kalau Hosea pendeta,” kata Agus Butarbutar saat jelang sidang di PN Jakarta Utara.

Sementara masalah tanah di dalam rumah tangganya, Agus Butarbutar menyebutkan tidak ada istilah merebut atau kuasai dalam hukum karena seorang suami berhak memberikan kepada istrinya apa saja. Itu sah-sah saja,  tinggal dilihat di persidangan nantinya.

Agus Butarbutar mengaku bahwa dirinya tidak pernah berpikir sampai masuk tahanan atau penjara. Termasuk beristrikan Juniar. “Namun Tuhan sudah memberikan saya seorang istri yang bernama Juniar alias Vero,  saya harus bertanggung jawab menjaga dan melindungi dan ke mana pun saya pergi istri saya Juniar harus ikut dengan saya. ” Untuk itu, saya berdoa setiap pagi memohon agar Tuhan memberi pencerahan, kekuatan dan Tuhan turutcampur pula dalam perkara kami agar kami bisa pulang lebih cepat dari sini dan bisa bebas murni,” pinta Agus Butarbutar dalam doanya.

Walaupun Agus Butarbutar mengaku banyak teman terpandang tapi dia berharap tidak pernah meninggalkan Tuhan. Karena Tuhan-lah nomor satu,  nomor dua istrinya Juniar. Sebab, dirasakan doa seorang istri lebih sempurna daripada doa seorang anak atau saudara.

Agus Butarbutar dan istrinya Juniar dapat info bahwa Pendeta MH Hosea mendapat pengalihan atau penangguhan tahanan. Tidak demikian dengan dirinya dengan istrinya. Namun saat bersamaan didapat pula info bahwa Hosea mencabut kuasanya dari advokat Kamarudin Simanjuntak.

Agus Butarbutar curiga dengan pencabutan kuasa tersebut. Sebab, yang menggantikan Kamarudin Simanjuntak disebut-sebut pengacara dari saksi pelapor/korban.

“Ini terlihat sangat janggal dan aneh seperti ada permainan yang saya duga dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang motifnya ingin menghancurkan terdakwa,” ujar Agus Butarbutar.

Advokat Kamarudin Simanjuntak sendiri mengakui dirinya telah mendapat info kuasa untuknya dicabut. “Saya ingin tahu. Saya penasaran, karena dalam info itu disebutkan posisi saya digantikan oleh pengacara saksi korban atau pelapor. Bagaimana pengacara pelapor menjadi pembela terdakwa yang diadukan kliennya,” ujarnya di PN Jakarta Utara. Butet

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *